Lifestyle / Food & Travel
Minggu, 15 Maret 2026 | 00:00 WIB
Lippo Malls Indonesia menghadirkan program "Ngabuburit Asyik" bersama anak yatim. (Dok. LMI)
Baca 10 detik
  • Akses bermain esensial bagi anak terhambat, terutama pada kelompok rentan menyebabkan deprivasi bermain.
  • Lippo Malls Indonesia (LMI) mengadakan program "Ngabuburit Asyik" untuk 2.000 anak yatim berupa akses wahana bermain.
  • LMI juga menyediakan Gerai Zakat di 22 mal untuk memudahkan pengunjung menunaikan kewajiban amal selama Ramadan.

Suara.com - Di balik gemerlap pusat perbelanjaan dan fasilitas hiburan modern di perkotaan, ada sebuah realitas yang sering terlupakan: akses bermain yang layak kini menjadi sebuah kemewahan. Padahal, menurut Konvensi Hak Anak PBB, bermain bukanlah sekadar aktivitas pengisi waktu luang, melainkan hak fundamental yang esensial bagi tumbuh kembang kognitif, fisik, dan emosional anak.

Sayangnya, realitas di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan yang tajam. Berbagai studi perkembangan anak dan data sosial global menyoroti bahwa anak-anak dari kelompok rentan, termasuk anak yatim piatu dan panti asuhan, sering kali mengalami play deprivation (kondisi kekurangan waktu dan fasilitas bermain). Bagi kelompok ini, pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan dan pendidikan jauh lebih diprioritaskan ketimbang rekreasi.

Kondisi play deprivation ini tidak bisa dianggap remeh karena berdampak sistemik pada arsitektur otak anak. Secara psikologis, anak yang mengalami deprivasi bermain kronis kehilangan kesempatan untuk melatih regulasi diri dan keterampilan resolusi konflik. 

Tanpa stimulasi bermain yang cukup, perkembangan korteks prefrontal otak yang mengatur fungsi eksekutif dapat terhambat. Akibatnya, anak menjadi lebih rentan mengalami stres, kesulitan meregulasi emosi, hambatan dalam keterampilan sosial, hingga rendahnya daya imajinasi yang menjadi motor kreativitas di masa depan. Bermain bagi anak adalah "kerja" utama mereka untuk memahami dunia; tanpa itu, masa kecil mereka kehilangan fondasi ketahanan mentalnya.

Menyadari urgensi pemenuhan hak bermain bagi kesehatan mental anak-anak, Lippo Malls Indonesia (LMI) mengambil langkah berbeda dalam merayakan bulan suci Ramadan tahun ini. Mengubah tradisi Corporate Social Responsibility (CSR) konvensional yang biasanya hanya terfokus pada pemberian makanan berbuka puasa, LMI menghadirkan program "Ngabuburit Asyik" untuk memberikan intervensi psikologis yang positif: pengalaman bermain tanpa beban.

Di bawah payung tema besar “A Season of Harmony”, LMI bekerja sama dengan grup wahana bermain premium Playtopia serta berbagai tenant hiburan keluarga. Melalui kolaborasi ini, lebih dari 2.000 anak yatim diberikan akses eksklusif untuk mengeksplorasi fasilitas permainan modern di 22 pusat perbelanjaan LMI, menstimulasi motorik dan kebahagiaan mereka menjelang waktu berbuka puasa. Secara keseluruhan, program Berkah Ramadan tahun ini berhasil mengundang dan berbagi kebahagiaan dengan lebih dari 3.000 anak yatim.

Santiwati Basuki, Chief Marketing Officer Lippo Malls Indonesia, menegaskan bahwa inisiatif ini dirancang untuk memberikan kenangan masa kecil yang berharga.

“Kami menyadari bahwa pengalaman bermain di wahana premium adalah sesuatu yang sulit dijangkau oleh anak-anak panti asuhan. Melalui program Ngabuburit Asyik, kami ingin menghadirkan pengalaman Ramadan yang jauh lebih bermakna secara emosional. Ini bukan sekadar momen makan bersama, melainkan wujud nyata kepedulian kami dan para tenant untuk memenuhi hak bermain mereka, berbagi tawa, dan menghadirkan kebahagiaan sejati di bulan yang suci,” ujar Santiwati.

Hadirkan Gerai Zakat untuk Kemudahan Pengunjung

Baca Juga: Putaran Tanpa Arah Menjelang Magrib: Pelajaran Kecil dari Jalanan yang Saya Dapat Saat Ngabuburit

Selain berfokus pada kesejahteraan emosional anak yatim, program Berkah Ramadan yang digelar di lebih dari 40 mal naungan LMI ini juga merangkul kebutuhan spiritual masyarakat urban. Menjawab tingginya mobilitas pengunjung, LMI menyulap pusat perbelanjaannya menjadi one-stop hub di mana masyarakat bisa berekreasi, berbuka, sekaligus menunaikan kewajiban beramal.

LMI menghadirkan Gerai Zakat di 22 lokasi mal untuk memfasilitasi pembayaran zakat, infak, dan sedekah. Sebanyak 11 gerai beroperasi secara khusus melalui kerja sama strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang tersebar di Lippo Plaza Ekalokasari, Cibubur Junction, Lippo Mall Nusantara, Lippo Mall Kemang, Lippo Mall Puri, Lippo Mall Kuta, Plaza Pekalongan, Sun Plaza, Mall of Serang, Lippo Plaza Sidoarjo, hingga Lippo Plaza Palangka Raya.

Tidak berhenti di situ, LMI juga memperluas jaringan kebaikannya dengan memfasilitasi berbagai lembaga sosial terkemuka lainnya seperti Dompet Dhuafa, Daarul Quran, Yatim Mandiri, Baitulmaal Muamalat, Baitul Maal Hidayatullah, dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI).

Melalui keseimbangan antara kepedulian terhadap psikologis anak yatim dan kemudahan beribadah bagi para pengunjung, Lippo Malls Indonesia mengukuhkan posisinya bukan hanya sebagai penggerak ekonomi ritel, tetapi juga sebagai ruang publik yang inklusif dan membawa harmoni sosial di tengah masyarakat.

Load More