- Bersalaman dengan lawan jenis bukan mahram dilarang; cukup sampaikan salam verbal sambil meletakkan tangan di dada.
- Jangan memaksa jabat tangan jika orang lain menarik diri atau hanya merespons dengan senyum tanpa uluran tangan.
- Prioritaskan salam lisan seperti "Minal aidin wal faizin" karena ucapan tulus lebih utama daripada kontak fisik.
Suara.com - Salat Ied, seperti Idulfitri, adalah momen sakral yang tidak hanya menyempurnakan ibadah, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi massal.
Setelah takbir dan khutbah selesai, lapangan atau masjid langsung dipenuhi suara “Minal aidin wal faizin” disertai jabat tangan dan pelukan.
Tradisi ini indah, namun sering kali menimbulkan dilema: bagaimana etika bersalaman dengan orang yang benar-benar tidak dikenal?
Apakah boleh langsung menyodorkan tangan? Haruskah menunggu? Atau ada batasan agama dan kesopanan yang harus dijaga?
Berikut 8 etika penting yang wajib diperhatikan agar silaturahmi tetap berkah, tanpa melanggar adab Islam maupun kenyamanan pribadi.
1. Pahami hukum bersalaman dalam Islam terlebih dahulu
Menurut mayoritas ulama (termasuk mazhab Syafi’i yang dominan di Indonesia), bersalaman dengan sesama jenis kelamin adalah sunnah dan dianjurkan sebagai bentuk saling memaafkan.
Namun, bagi lawan jenis yang bukan mahram, kontak fisik langsung dilarang.
Jika Anda bertemu perempuan (atau laki-laki) tak dikenal, cukup ucapkan salam verbal sambil meletakkan tangan di dada atau mengangguk hormat.
Baca Juga: Jamaah Salat Idul Fitri di Tokyo Membludak: Bukti Jumlah WNI di Jepang Tembus 200 Ribu?
Memaksakan jabat tangan hanya karena “tradisi lebaran” justru bisa mengurangi pahala.
2. Jangan pernah memaksa!
Ada orang yang sengaja menjaga jarak karena alasan kesehatan, trauma, atau prinsip keagamaan yang lebih ketat.
Jika seseorang menarik tangannya atau hanya tersenyum tanpa menyodorkan tangan, jangan mengejar atau berkata “Ayo salaman dong!”.
Paksaan justru merusak makna maaf-memaafkan.
3. Gunakan salam verbal sebagai prioritas
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jennifer Coppen Jadi Sorotan, Apa Pahala Mengajak Orang Masuk Islam?
-
7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
-
Asal-usul Malam 1 Suro Dianggap Sakral, Simak Sejarah dan Alasannya
-
5 Moisturizer PDRN Rekomendasi Dokter untuk Bantu Samarkan Keriput dan Kerutan
-
Puasa Asyura Berapa Hari? Ini Jadwal serta Bacaan Niatnya dalam Arab dan Latin
-
Rambut Rontok Pakai Hair Tonic atau Hair Serum? Pahami Beda Fungsi Keduanya
-
Bantu Atasi Rambut Rontok, Intip 3 Produk Hair Care Andalan Abel Cantika
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring