Suara.com - Banyak lelaki merasa terangsang saat bangun tidur bahkan hingga membuat penis ereksi. Kondisi ini kerap dikenal dengan istilah morning wood.
Dikutip dair Healthline, morning wood diartikan dikenal secara formal, pembesaran penis nokturnal (NPT). Kondisi ini merupakan kejadian umum bagi banyak orang.
Dari waktu ke waktu, kamu mungkin terbangun dengan penis yang ereksi. Ini paling sering terjadi pada lelaki yang lebih muda, meskipun lelaki dari segala usia mungkin mengalami NPT.
Banyak orang menganggap ereksi pagi adalah tanda rangsangan seksual. Namun, ini tidak selalu terjadi. Morning wood kemungkinan merupakan respons tubuh kamu terhadap salah satu dari beberapa kejadian alam.
Lantas apa penyebab penis ereksi di pagi hari? Penyebab NPT kemungkinan tergantung pada banyak faktor. Dokter memiliki beberapa teori yang membantu menjelaskan mengapa orang bangun dengan penis ereksi dari waktu ke waktu, tetapi tidak satu pun dari teori ini yang didukung oleh bukti medis yang konkret.
Teori-teori tersebut antara lain:
Stimulasi fisik
Meskipun mata kamu tertutup, tubuh kamu masih menyadari apa yang terjadi di sekitar kamu. Jika kamu atau pasangan kamu secara tidak sengaja menyentuh atau menggores alat kelamin kamu, kamu bisa menjadi ereksi. Tubuh kamu merasakan rangsangan dan merespons dengan ereksi.
Pergeseran hormon
Baca Juga: Bukan Ukuran Panjang atau Pendek Tapi Bentuk Rudal Pria yang Begini Bikin Puas Wanita
Tingkat testosteron kamu paling tinggi di pagi hari setelah kamu bangun. Ini paling tinggi segera setelah bangun dari tahap tidur rapid eye movement (REM).
Peningkatan hormon ini saja sudah cukup untuk menyebabkan ereksi, bahkan tanpa adanya rangsangan fisik.
Seiring bertambahnya usia lelaki, biasanya antara usia 40 dan 50 tahun, kadar testosteron alami mulai turun. Saat level ini menurun, episode NPT juga bisa menurun.
Relaksasi otak
Selama jam bangun kamu, tubuh kamu melepaskan hormon untuk menekan ereksi. Saat kamu tidur, tubuh kamu melepaskan lebih sedikit hormon tersebut. Gabungkan ini dengan alasan lain kamu mungkin mengalami ereksi saat tidur, dan NPT menjadi lebih mungkin terjadi.
Yang lebih jelas adalah apa yang tidak menyebabkan morning wood. Misalnya, perlu buang air kecil tidak bertanggung jawab atas morning wood. Beberapa orang percaya ereksi pagi mencegah mereka buang air kecil saat tidur, tetapi ini tidak benar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Cantik: Mengapa Privasi Menjadi 'Kemewahan' Baru dalam Perawatan Estetika
-
Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita
-
7 Pilihan Sepeda Gunung 26 Inch yang Paling Worth It Mulai Rp1 Jutaan, Gowes Enteng Banget
-
Silent Book Club: Ditemani Tanpa Kehilangan Ruang untuk Diri Sendiri
-
65 Persen Lembaga Keuangan Sudah Pakai AI, Apa Keuntungannya Buat Kita?
-
Jadi Tulang Punggung Ekonomi, UMKM Juga Penggerak Akses Keuangan di Masyarakat
-
Tren Bold Flavor, Toast Hitam dengan Sentuhan Gochujang hingga Buldak Ikut Meramaikan
-
5 Bedak Viva Cosmetics untuk Usia 45 Tahun ke Atas: Formula Ringan, Hasil Natural
-
Lebih Tahan Lama Lip Tint atau Lip Cream? Ini 5 Rekomendasinya yang Awet
-
Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari? Perusahaan yang Diisukan PHK Massal 80 Persen Karyawan