Suara.com - Baru-baru ini, nama Lucinta Luna ramai diperbincangkan setelah memutuskan untuk melakukan operasi plastik lagi. Keputusannya kembali menjalani prosedur estetika itu disebut gara-gara warganet menilainya mirip Pinocchio.
Lucinta Luna membagikan beberapa video sebelum ia menjalani operasi di Thailand dan memperlihatkan seorang perawat yang memeriksa kondisinya. Lucinta Luna pun mantap melakukan oplas pada hidungnya dan kini sedang melalui masa penyembuhan.
Bukan sekali ini Lucinta Luna operasi untuk meningkatkan penampilannya. Akibatnya, tak jarang warganet menyebut bahwa Lucinta Luna mengalami kecanduan operasi plastik karena selalu merasa belum puas terhadap hasilnya.
Dilansir dari laman Klikdokter, ternyata kecanduan operasi plastik merupakan kelainan kejiwaan yaitu dismorfik tubuh atau body dysmorphic disorder (BDD). BDD merupakan gangguan pencitraan tubuh yang ditandai dengan obsesi terhadap penampilan terutama pada wajah.
Tanda-Tanda BDD
Penderita BDD ini terlalu fokus terhadap kekurangan pada bagian tubuhnya yang mampu mengganggu aktivitas kesehariannya. Penderita BDD menghabiskan hari-harinya untuk menutupi kekurangannya dengan berbagai cara, mulai dari makeup, membeli pakaian, aksesoris, bahkan melakukan prosedur operasi. Ada juga BDD yang memiliki keinginan untuk bunuh diri cukup tinggi.
Kapan Mengetahui Gejala BDD?
Dilansir dari Honestdocs, BDD penting untuk diketahui sejak awal dan sebelum melakukan operasi plastik. Jika dokter mengetahui gejala tersebut, maka pasien dapat dirujuk ke dokter spesial kejiwaan. Penderita BDD juga cenderung mengalami gejala kejiwaan lainnya seperti depresi, gangguan kecemasan, hingga penggunaan obat-obatan terlarang.
Penderita BDD ini memiliki keinginan yang tidak realistis terhadap operasi plastik. Pada awalnya, penderita merasa puas dengan operasi plastik. Namun, mereka bisa tiba-tiba menyadari ada salah atau tidak puas dan meminta untuk melakukan operasi plastik lanjutan.
Di sisi lain, penderita BDD yang melakukan beberapa kali operasi plastik dapat memberikan risiko kesehatan yang berbahaya bagi tubuh sebagai berikut:
- Otot rusak
- Kerusakan saraf
- Pembekuan darah
- Bekas luka, memar, dan bengkak
- Kematian jaringan
- Infeksi (pneumonia)
- Anestesi (Alergi, gagal napas, dan henti jantung)
- Pendarahan berlebihan dan masih banyak lainnya
Demikian ulasan singkat mengenai bahaya kecanduan operasi plastik, prosedur yang telah berulang kali dilakukan Lucinta Luna.
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
1 Ringgit Malaysia Berapa Rupiah? Intip Kurs Terbaru yang Bikin Liburan ke Malaysia Makin Mahal
-
Teks Pidato Resmi Menteri Komunikasi dan Digital untuk Upacara Harkitnas 2026
-
7 Rekomendasi Parfum Pria Tahan Lama di Alfamart yang Wanginya Nagih
-
Teks Doa Hari Kebangkitan Nasional 2026 dan Link Download Lampiran Resminya
-
Aturan Ziarah Hari Kebangkitan Nasional 2026, Ini Jadwal dan Lokasi Resminya
-
Link Download Logo Hari Kebangkitan Nasional 2026 Resmi, Lengkap dengan Tema dan Filosofinya
-
3 Bulan Kelahiran yang akan Dapat Keberuntungan Sebelum Akhir Mei 2026
-
Apa Tema Hari Kebangkitan Nasional 2026? Ini Pedoman Resmi dari Komdigi
-
Tas Tangan Warna Apa yang Membawa Keberuntungan? Ini Tips Buat Cewek-Cewek
-
5 Sepatu Lari Asics Terbaik untuk Easy Run, Tempo hingga Maraton