Suara.com - Belakangan viral jawaban dari seorang pemilik akun Twitter tentang pertanyaan seputar magic mushroom. Pertanyaan tentang pengalaman mengkonsumsi magic mushroom, dan jawaban yang diberikan ternyata cukup mengejutkan.
Diceritakan tentang pengalaman pengguna dengan nama akun @the**sgoddgvrL yang berujung pada amputasi yang dialami rekannya. Tapi sebenarnya apa bahaya efek magic mushroom ini?
Magic mushroom sendiri sebenarnya tergolong sebagai narkotika. Konsumsi jamur yang tumbuh dari kotoran sapi ini akan masuk dalam tindakan kriminal karena mengandung zat dan efek yang memicu tindakan tidak wajar.
Bahaya Efek Magic Mushroom
Dilansir dari berbagai sumber, sederet efek memakan magic mushroom ternyata cukup menakutkan. Kejadian yang diceritakan pemilik akun Twitter di atas termasuk salah satunya, yakni tidak dapat membedakan khayalan dan kenyataan.
Beberapa efek bahaya yang bisa ditimbulkan antara lain adalah sebagai berikut.
- Emosi yang berlebihan
- Tidak dapat membedakan khayalan dan realita
- Kecemasan
- Serangan kepanikan
- Disorientasi atau linglung
- Ketakutan
- Merasa hal di sekitarnya sangat lucu atau menyedihkan
- Mati rasa di area wajah
- Tekanan darah dan detak jantung meningkat
- Mulut kering, hingga mual dan muntah
- Otot lemas, kedutan, atau kejang
- Panas tinggi hingga menggigil dan berkeringat
- Tidak dapat mengendalikan buang air kecil
- Dalam jangka panjang bahkan efeknya terasa lebih parah.
- Perubahan pola pikir
- Fungsi kognitif otak yang menurun
- Mengalami delusi dan halusinasi
- Perilaku impulsif dan cenderung tidak berpikir panjang
- Perubahan suasana hati yang drastis dan mendadak
- Kematian atau cedera, yang disebabkan tindakan sembrono dan berbahaya
Tentu hal ini terasa lebih riil ketika pengalaman yang diceritakan tersebut masuk dalam beberapa efek dari konsumsi magic mushroom tersebut. Pada kasus tersebut, korban kemudian mengalami kondisi cedera atau cacat seumur hidup karena halusinasi yang dideritanya demikian parah hingga melukai diri sendiri.
Regulasi atas Magic Mushroom
Sebenarnya secara regulasi, di Indonesia, BNN menyatakan magic mushroom sebagai zat adiktif bersama dengan alkohol, rokok, dan obat-obatan yang menyebabkan kecanduan.
Baca Juga: Pria Aceh Ditangkap di Bandara Kualanamu Gegara Bawa Belasan Bungkus Sabu di Koper
Di sisi lain, PBB melalui INCB dan komisi kesehatan Uni Eropa menyatakan bahwa magic mushroom masuk ke dalam benda atau bahan psikotropika.
Lepas dari penggolongan yang berbeda antara BNN dan organisasi kesehatan dunia, yang pasti konsumsi pada magic mushroom harus dihindari karena berisiko besar, tidak hanya pada kesehatan, namun juga pada keselamatan diri sendiri.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Mario Dandy dan Kekasihnya Pakai Narkoba Jelang Aniaya David Anak Petinggi GP Ansor hingga Koma, Benarkah?
-
Anggota Polres Purbalingga Mendadak Dites Narkoba, Ada Apa?
-
CEK FAKTA: Mario Dandy dan AG Positif Narkoba, Benarkah?
-
Detik-detik Petugas Lapas Kelas I Malang Temukan Ganja yang Dilempar dari Luar
-
Pria Aceh Ditangkap di Bandara Kualanamu Gegara Bawa Belasan Bungkus Sabu di Koper
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
5 Rekomendasi Moisturizer dari Brand Lokal untuk Mencerahkan Kulit
-
Physical vs Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Bumil? Cek 5 Rekomendasinya
-
Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual
-
Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D
-
Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
-
6 Tips Parfum Tahan Lama di Baju, Wangi Tidak Mudah Hilang dan Lebih Awet
-
Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura