Suara.com - Kepala Desa Sigerongan, Lombok Barat Dian Siswadi viral karena tampil sebagai Lurah Punk dengan rambut mohawk.
Meski penampilannya nyentrik seperti anak punk, tapi ia pintar mengaji sekaligus mahir bahasa Arab. Melihat ini, jadi alasan kenapa tidak boleh menilai orang berdasarkan penampilannya.
Potret Lurah Dian Siswadi viral di TikTok dengan penampilannya yang percaya diri memiliki rambut keriting hanya di bagian belakang, dan diwarnai dengan warna merah muda.
Dengan gaya rambut ini juga, Dian tetap percaya diri bahkan kerap membuat konten seraya menggunakan seragam dinasnya di akun @KADES_MUDA22 dilihat suara.com, Selasa (7/3/2023). Beberapa konten yang dibuatnya meliputi sosialisasi program dan kegiatannya sebagai lurah di desa yang ia pimpin.
Tidak hanya itu, beberapa kali ia juga melakukan check sound di salah satu mesjid, tapi uniknya ia memiliki suara yang merdu saat melantunkan ayat al-quran.
"Lagi check sound madjid persiapan Ramadhan. Bukan gaya-gayaan, tapi lagi cek sound mesjid. Kebetulan soundnya lagi disetel ulang," tulis Dian dalam unggahan tersebut.
Selanjutnya setelah konten TikTok dan sosoknya viral, Lurah Dian justru memanfaatkannya dengan mengunggah konten berbahasa Arab, yaitu dengan cara memperkenalkan Desa Sigerongan di Lombok Barat yang dipimpinnya, termasuk usaha industri rumahan sebagai keunggulan desanya.
"Promosi home industri versi bahasa Arab. Desa kami Sigerongan terletak di Lombok Barat, dengan usaha ikan konsumsi dan ikan hias, serta home industri jaje tujak, mari datang ke desa kami," tulis Dian.
Sementara itu mengutip Psychology Today, menilai orang berdasarkan penampilannya sering kali memicu hasil yang keliru. Bahkan menurut temuan Todorov di 2015, penampilan sering kali menyesatkan apalagi jadi penilaian untuk mempekerjakan seseorang atau tidak mempekerjakan seseorang.
Baca Juga: Segini Gaji Wiwin, Kades di Bogor yang Koleksi Tas Mewah dan Minta Jabatan 9 Tahun
Inilah sebabnya menurut psikologis sebagainya, menilai orang dengan 3 kriteria karakter, yakni moralitas apakah bisa dipercaya atau jujur, kompetensi apakah cerdas dan terampil dan kemampuan sosialisasi apakah ramah dan hangat. Tapi di antara ketiganya, penilaian moralitas adalah nomor satu.
Sayangnya, ketiga hal ini tidak bisa dinilai hanya dengan penampilan, memerlukan interaksi dan ekspresi tertentu untuk bisa mencari ketiga tolok ukur ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
7 Program Mudik Gratis Lebaran 2026 dengan Kuota Terbanyak, Aman Buat War Tiket!
-
Kampung Ramadan Wedomartani, DRW Skincare Hadirkan Berbagi dan Pemberdayaan UMKM
-
6 Sepatu Sandal Unisex Paling Nyaman dan Stylish untuk Acara Ramadan
-
Jadwal Pengisi Ceramah Tarawih di Masjid Kampus UGM, Akhir Pekan Ada Menkeu Purbaya
-
THR Lebaran 2026 Karyawan Swasta Paling Lambat Tanggal Berapa? Simak Ketentuannya
-
Lengkap! Jadwal Menu Buka Puasa dan Sahur Gratis di Masjid Kampus UGM Selama Ramadan
-
Jejak Pendidikan Alex Noerdin: Pernah Ikut Program Harvard hingga Kena Kasus Korupsi
-
Parfum Siang vs Malam: Beda Waktu, Beda Aura, Beda Karakter Wangi
-
10 Link Daftar Mudik Gratis Lebaran 2026 Terbaru Masih Buka, Buruan Daftar Kuota Terbatas
-
Promo Superindo Kue Kaleng Lebaran 2026, Diskon Gede-Gedean Harga Mulai Rp19 Ribuan