Cara kedua adalah menggunakan perhitungan BMI (Body Mass Index) berdasarkan tinggi dan berat badan. Bedanya dengan Broca, BMI dihitung berdasarkan usia bukan jenis kelamin.
Penting untuk diingat beberapa hal dalam perhitungan BMI diantaranya:
1. Angka BMI normal berada dikisaran 18,5-25.
2. Jika melebihi 25 tandanya berat badanmu berlebih.
3. Jika di bawah 18 pertanda berat badanmu kurang.
4. Apabila angka BMI melebihi angka 40, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan karena termasuk obesitas yang berbahaya bagi tubuh.
Cara menghitungnya yakni:
Berat badan ideal = Berat badan (kilogram) : Tinggi badan (meter)
Sebagai contoh jika tinggi badanmu 165 dengan berat badan 57 kilogram maka cara perhitungannya adalah, 57 : (1,65) = 34,5 berarti berat badanmu berlebih.
Baca Juga: Sesuai Instruksi Jokowi, Kapolri Listyo Sigit Usut Penyelundupan Pakaian Bekas Impor
Meskipun begitu, berat badan juga berasal dari massa otot sehingga bagi olahragawan atau pun atlet sering dinyatakan kelebihan berat badan, padahal sebenarnya tidak.
Dengan demikian penting juga untuk mengetahui kadar lemak di dalam tubuh agar senantiasa selalu sehat.
Kadar Lemak di Tubuh
Lemak pada tubuh tak selalu berarti negatif yang bisa memicu kenaikan berat badan. Lemak juga memiliki fungsi baik bagi tubuh seperti membantu penyerapan vitamin sehingga tubuh menjadi lebih terlindungi dan terhindar dari penyakit serta rasa lelah kronis.
Pasalnya tubuh tetap membutuhkan lemak sebagai sumber imunitas dan energi.
Meskipun terbilang sangat penting, bukan berarti Anda bisa menumpuk lemak secara berlebih. Sebab supaya tubuh tetap sehat maka kadar lemak di tubuh pun harus sesuai dengan kebutuhan dan komposisi tubuh.
The American Council on Exercise menyatakan bahwa kadar lemak yang masih berada pada taraf normal untuk perempuan adalah sekitar 25-31 persen. Sedangkan pada laki-laki direntang angka 18-25 persen.
Kadar tersebut bisa berbeda apabila seseorang tersebut gemar berolahraga. Seperti pada perempuan menjadi 14-20 persen dan laki-laki 6-13 persen.
Lalu kenapa kadar lemak perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki? Alasannya adalah perempuan memiliki hormon estrogen yang memicu terjadinya penumpukan lemak pada area subkutan atau bawah kulit.
Sementara pada tubuh pria yang memiliki hormon progesterone yang memicu adanya pertambahan massa otot.
(Penulis: Shilvia Restu Dwicahyani)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Apakah Ada Parfum Bau Pandan? Ini 3 Rekomendasi Lokal Lengkap dengan Ulasan Pembeli
-
7 Cara Merawat AC Rumah agar Tetap Dingin dan Sejuk, Cegah Kerusakan Sejak Dini
-
Apakah Sepatu Onitsuka Tiger Terbuat dari Kulit Babi? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Lampu Gantung yang Bagus Menurut Feng Shui, Ini 5 Ciri-Ciri yang Perlu Diperhatikan
-
Bisakah Plastik Dibuat Lebih Mudah Terurai? Penelitian Baru Tawarkan Pendekatan Lewat Upcycling
-
Berapa Harga Pompa Air Sanyo? Ini 3 Pilihan yang Awet untuk Sumur Dangkal Menurut Review
-
Hari Apa Puasa Tasua dan Asyura 2026? Catat Jadwal 9-10 Muharram 1448 H
-
4 Rekomendasi Genset untuk Peternak Ayam, Bebas Risau dari Mati Lampu Dadakan
-
Niat Puasa Tasua dan Asyura 9-10 Muharram Lengkap Arab, Latin, Arti serta Keutamaannya
-
Label Poliester Daur Ulang Terlihat Ramah Lingkungan, tetapi Apakah Benar Berkelanjutan?