Suara.com - Setelah sempat mengundang sorotan warganet sebab makan babi, kini Lina Mukherjee kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, Lina Mukherjee menjadi sorotan karena memakan kodok mentah bersama temannya, Zaza Zio.
Dalam video Tiktok yang diunggah akun Zaza Zio, terlihat ia dan Lina Mukherjee sedang berada di sebuah tempat makan. Sementara itu, pada meja memperlihatkan kodok mentah dan matang yang ada di sebuah piring
"Hallo guys, saya Zaza Zio bersama kakak saya, kakak Lina Mukherjee. Saya akan memakan kodok mentah. Ini kodok mentah (yang ditangan) dan ini kodok matang (yang dipiring)," ujar Zaza Zio dalam unggahan TikToknya, Jumat (24/3/2023).
Setelah itu, Lina Mukherjee langsung mencoba untuk mengambil daging dari kodok mentah yang ada di depannya. Terlihat Lina Mukherjee dengan santai memakan daging mentah hewan melompat tersebut.
"Kita potong separoan, ayo kita makan. Jadi ini mentah ya," ujar Lina Mukherjee.
Warganet yang melihat video tersebut langsung terkejut. Pasalnya, dengan santainya Lina Mukherjee dengan santai memakan kodok mentah. Padahal, sebelumnya ia sempat mendapat banyak cibiran ketika mencoba kriuk babi.
Beberapa warganet mempertanyakan mengapa Lina Mukherjee bisa makan kodok mentah. Sebagian lainnya juga mempertanyakan apakah makan kodok itu memiliki bahaya untuk kesehatannya atau tidak.
Melansir Gulf News, mengonsumsi kodok atau katak pada dasarnya memberikan efek samping, terutama bagi kesehatan. Mengonsumsi kodok terus-menerus berisiko memicu seseorang alami stroke hingga lumpuh, kanker, gagal ginjal, dan berbagai kelainan lainnya.
Tidak hanya itu, alasan lain kodok juga berbahaya karena mereka hidup di ladang. Hal ini bisa membuat mereka terkontaminasi bahan kimia dari pestisida yang digunakan para petani. Bahan kimia tersebut dapat memicu kanker bagi seseorang.
Baca Juga: Lina Mukherjee Geram Disebut Orang Stres, Singgung Penghasilan Rp500 Juta per Bulan
Sementara itu, melansir The Donut Whole dijelaskan, kodok merupakan hewan karnivora. Hal ini membuat kodok dapat mengonsumsi parasit atau bakteri, seperti cacing parasit yang bisa saja ditularkan kepada manusia.
Oleh sebab itu, mengonsumsinya bisa saja beracun dan menyebabkan berbagai gejala seperti mual, muntah, hingga kram perut. Beberapa ahli lainnya memang mengatakan kalau kodok memiliki daging yang bernutrisi. Namun, demi keamanan kesehatan lebih baik mengonsumsi yang jelas sehat seperti unggas atau ikan.
Terkait kodok juga diusahakan mengonsusminya saat matang dengan dengan sempurna. Pasalnya, memakannya dagingnya secara mentah dapat memiliki risiko besar akan dampak negatifnya bagi kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Promo Pesta Awal Tahun 2026 di Indomaret, Diskon Besar-besaran Hingga 50 Persen
-
7 Sepatu Sandal Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Empuk Banget!
-
Apakah Bank Buka Tanggal 2 Januari 2026? Cek Jadwal Operasionalnya
-
15 Prompt AI Tahun Baru 2026 yang Kreatif, Relevan, dan Siap Digunakan
-
Cara Aktivasi Akun Coretax, Masih Boleh Dilakukan di 2026? Begini Ketentuan Resmi DJP
-
4 Zodiak yang Diramal Bakal Hoki Sepanjang Bulan Januari 2026, Kamu Salah Satunya?
-
6 Shio Paling Beruntung Hari Ini 1 Januari 2026, Hoki di Awal Tahun Kuda Api!
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Selevel Docmart: Harga Lebih Bersahabat, Kualitas Tak Kalah
-
3 Zodiak Paling Beruntung Sepanjang 2026, Karier dan Cinta Dalam Genggaman
-
Hidup Makin Digital, Layanan Antar Barang Ikut Berubah Lebih Personal