Suara.com - Anak pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI Jakarta terlihat flexing soal gaya hidup hedonnya di media sosial, karena menghabiskan puluhan juta untuk menginap di hotel bintang lima saat liburan Natal dan Tahun Baru. Buntutnya, nama sang ibu, Selvi Managi menjadi sorotan.
Hal tersebut terlihat dalam postingan Twitter @Partai Socmed. Memperlihatkan invoice pembayaran Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat. Tak tanggung-tanggung, mereka menghabiskan biaya Rp27 juta untuk dua malam.
"Wah pegawai Dinas Perumahan Pemprov DKI keren juga ya? Nginap di Kempinsky 2 malam habis 27 juta!," tulis akun tersebut seperti yang Suara.com kutip pada Rabu (5/4/2023).
Ternyata harga tersebut belum termasuk kamar hotel sang anak, yang ternyata disewa dengan harga yang berbeda, yakni Rp11 jutaan untuk dua malam. Semua itu diketahui berasal dari unggahan akun Facebook milik Vega Violita Pinaria, yang juga turut menandai akun Selvi Mandagi yang merupakan pegawai Dinas Perumahan Pemprov DKI Jakarta.
"My mom reservasi buat nginap liburan Natal dan merayakan acara Tahun Baru," tulisnya pada 2019 silam.
Pada cuitan selanjutnya, terlihat akun Facebook yang sama juga memamerkan bagaimana dirinya membeli sebuah mobil baru, yang hanya berawal dari keisengan semata.
"Padahal cuma mau lihat2, karena ada yang berkenan di hati, jadi beli deh. Mobil Mazda 3 siap menanti kedatanganmu di rumah. Ga sabar deh," kata akun tersebut.
Seperti yang sudah-sudah, aksi pamer yang dilakukan pejabat negara ini langsung mendapatkan perhatian dari begitu banyak warganet. Mereka memberikan komentar beragam terhadap postingan tersebut.
"Ternyata budaya narsistik bukan hanya kalimat "aku ternyata ganteng ya", "Diliat2 aku ini cantik ya" Trus selfie depan kamera dengan berbagai pose dan model. Ternyata ada yang lebih parah: "my mom.... " Aku ini cantik deh sambil jeprat jepret 100x jadi ga ada apa2nya," kata @fauzxxxxxx.
Baca Juga: Berbagi Berkah di Bulan Puasa, BATIQA Hotels Rayakan Anniversary Ke-9 dengan Acara Bakti Sosial
"Karena bagi sebagian orang, medsos adalah media untuk pamer... akhirnya jd senjata makan tuan," tambah @naufxxxxx.
"Pantes, ternyata share sendiri ya merekaa.. narsis amat," ungkap @aaaaxxxxxx.
"Sadiss, ini ASN Ibu2 ya,,kok malah ngajarin anak2nya jor2an gitu," tanya @pejuxxxxxx.
"Orang yang jiwanya miskin kalo pegang duit suka norak ya," tulis @cwirxxxxx.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan