Suara.com - Eksibisionis menjadi salah satu hal yang membuat perempuan kerap menjadi korban pelecehan seksual. Biasanya, para pria akan secara terang-terangan membuat perempuan takut dengan menunjukkan alat kelaminnya.
Namun, rupanya di balik aksi eksibisionis ini, terdapat faktor pemicu yang menyebabkan seseorang melakukan hal itu, salah satunya adalah cara didik orang tua. Dokter spesialis kandungan dan seksolog, Dokter Boyke mengatakan, orang tua yang terlalu banyak menuntut anak untuk berprestasi dapat mendorong perilaku eksibisionis di masa depan.
Biasanya, orang tua terlalu banyak menuntut anak dengan nada yang kurang baik. Anak dipaksa untuk berprestasi sehingga ia mengalami tekanan dari orang tuanya.
“Eksibisionis biasanya pada waktu masa kecilnya sering dibully sama kedua orang tuanya, dipaksa untuk berprestasi. Atau dia itu dipaksa keluarganya untuk selalu tampil efektif, itu berpengaruh,” ucap Dokter Boyke dalam video yang diunggah di kanal Youtube Desta Natasha Family tiga tahun lalu.
Akibatnya, anak biasanya tidak memiliki rasa percaya diri. Selain itu, orang tua yang bercerai juga dapat menjadi pemicu seseorang menjadi eksibisionis. Bahkan, hal lain yang dapat mendorong seseorang jadi pelaku eksibisionis karena ia dianggap seperti anak kecil oleh orang tuanya.
“Ketika dia besar, hampir semua yang mengalami kayak gitu kalau dicari ke akarnya hampir semua mengalami proses pembullyan, dia dari kecil tidak punya rasa percaya diri. Dia berasal dari keluarga yang tidak harmonis, misalnya keluarga yang bercerai bapak ibunya. Dia juga selalu dianggap seperti anak kecil sehingga ketika komunikasi dengan orang dewasa enggak bisa,” jelas Dokter Boyke.
Sebab permasalah tersebut, anak jadi sangat pemalu. Di sisi lain, ia memiliki gairah seksual yang tinggi. Oleh sebab itu, timbul rasa gairah untuk membuat seseorang takut dan teriak. Mereka akan merasa kalau orang teriak dan takut, itu membuatnya menjadi bergairah.
“Mereka-mereka itu akhirnya karena dia malu untuk melakukan hal tersebut sementara gairah seksnya tinggi, jadi kalau melihat orang ketakutan atau teriak, timbulah gairah seksnya,” ujar Dokter Boyke.
Dokter Boyke mengatakan, dengan teriakan itu, pada dasarnya karena orang tersebut ingin dikagumi. Ia menganggap, teriakan dari orang lain ketika melihat alat kelaminnya adalah bentuk kekaguman kepadanya.
Baca Juga: Mr P No! Ini 5 Faktor yang Bisa Memuaskan Wanita saat Berhubungan Badan Versi Dokter Boyke
Oleh sebab itu, mereka yang pelaku eksibisionis akan menunjukkan alat kelaminnya agar membuat korban berteriak. Dengan begitu, ia akan merasa orang lain kagum terhadapnya. Hal ini yang tidak didapatkan saat kecil dari orang tuanya.
“Nah dia pengen ngeliat orang berteriak, maka satu-satunya cara adalah itu. Dia menganggap teriakan itu adalah kekaguman pada dirinya.Artinya, dia pengen dikagumi gitu. Nah dengan memicu kekaguman itu dia ingin membuat cewek-cewek berteriak,” pungkas Dokter Boyke.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
5 Cushion Water Based yang Wudhu Friendly, Ringan di Kulit dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Setelah Peeling Wajah Tidak Boleh Pakai Apa? Ini Kandungan Skincare yang Harus Dihindari
-
Viva Covering Cream Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan Pakai agar Makeup Tahan Lama
-
Sebelum Reapply Sunscreen, Perlukah Cuci Muka Pakai Sabun? Simak Penjelasan Dokter
-
Hotel Sultan Jakarta Milik Siapa? Kisruh saat Dieksekusi
-
Dukung Event Internasional, Aryaduta Menteng Kembali Jadi Official Hotel Partner BTN Jakim 2026
-
Berapa Lama Flek Hitam Hilang dengan Viva Whitening Cream? Ini Klaimnya
-
Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2026? Catat Jadwalnya, Lengkap dengan Niatnya
-
Produk Viva Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 4 Pilihan Sesuai Klaim
-
Mengapa Kampanye Pilah Sampah Sering Gagal? Pelajaran dari Model Tiga Pilar Get Plastic