Suara.com - Infertilitas lebih berisiko dialami lelaki gemuk hingga obesitas. Apalagi ada makanan penyebab sulit punya anak dan menurunkan vitalitas suami, apa saja ya?
Seksolog dr. Haekal Anshari mengatakan vitalitas dan kesuburan lelaki bisa dipengaruhi kadar hormon reproduksi yakni hormon testosteron. Tidak hanya faktor usia, penurunan hormon testosteron bisa disebabkan pola hidup modern.
"Hipogonadisme adalah kondisi ketika kelenjar seksual tidak menghasilkan hormon testosteron dalam jumlah yang cukup. Kondisi ini disebut juga dengan sindrom defisiensi testosteron dan akan menyebabkan gangguan kesehatan," ujar dr. Haekal melalui konten edukasi di Instagram pribadinya, dikutip suara.com, Senin (8/5/2023).
Berikut ini makanan penyebab sulit punya anak, karena mempercepat penurunan hormon testosteron menurut dr. Haekal.
1. Produk Kemasan dan Makanan Xenoestrogen
Makanan xenoestrogen adalah bahan kimia industri yang ditemukan di berbagai plastik, produk pembersih, deterjen, parfum, bahan pengawet makanan, makanan siap saji, makanan olahan dan pestisida.
"Xenoestrogen dengan mudah mengikat reseptor estrogen dan menyebabkan munculnya tanda-tanda feminitas pada lelaki, seperti pembesaran payudara dan pembesaran prostat," jelas dr. Haekal.
2. Daging Ayam Ternak
Demi meningkatkan kandungan daging, tidak jarang banyak peternak nakal yang menyuntik ayam yang diternakan dengan suntik hormon, yaitu ayam broiler untuk mempercepat pertumbuhannya sehingga bisa lebih cepat dijual dan dikonsumsi.
Baca Juga: 5 Negara Tak Percaya Tuhan, Alasannya Pilih Seks Bebas, Narkoba, hingga Suntik Mati
"Anak lelaki yang sering mengonsumsi ayam jenis ini cenderung alami gangguan hormon testosteron yang ditandai dengan badan gemuk, atau penis tumbuh tidak sesuai usia yakni penis kecil," papar dr. Haekal.
3. Susu Fitnes
Minuman ini kerap jadi andalan para binaragawan atau mereka yang ingin membesarkan massa otot. Tapi susu ini bisa meningkatkan IGF-1 yang bisa mempengaruhi hormon androgen.
"Ada sejumlah susu fitness yang sengaja dicampur dengan zat sejenis hormon steroid sehingga memberikan efek instan, yang dampaknya malan menekan produksi testosteron alami tubuh," tambahnya.
4. Mengandung Pestisida
Beberapa penelitian mengaitkan pestisida dengan abnormalitas alat kelami bayi lelaki, seperti kriptorkismus hipospadia, hingga penurunan jumlah sperma pada lelaki dewasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
10 Cara Menyimpan Kue Lebaran Tetap Renyah dan Tahan Lama, Anti Melempem!
-
5 Cara Alami Usir Kolesterol usai Santap Sajian Lebaran, Simvastatin Minggir Dulu
-
Promo Indomaret Lebaran 2026 Lengkap: Diskon Biskuit Kaleng, Sirop, hingga Sembako
-
Hukum Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunah? Begini Penjelasannya
-
Baju Lebaran Warna Putih Kena Noda Santan? Begini Cara Menghilangkannya
-
Staycation Lebaran Makin Seru! Intip Kemewahan Baru Mercure Jakarta Grogol yang Penuh Sentuhan Lokal
-
Anti-Mainstream! Coba Resep Puding Susu Karamel Ini untuk Maniskan Momen Lebaran Keluarga
-
6 Buah untuk Turunkan Asam Urat Tinggi Pasca Lebaran secara Alami, Konsumsi Rutin
-
Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Jadwal dan Makna Perayaannya
-
Tradisi Salam Tempel saat Lebaran: Bagaimana Hukumnya dalam Islam?