Suara.com - Di tengah upaya melawan kanker payudara yang dideritanya, rupanya Nunung Srimulat tetap ambil pekerjaan meski sambil menjalani kemoterapi. Bahkan, ia juga harus sibuk membagi jadwal untuknya bekerja serta menjalani pengobatan penyakitnya itu.
"Aku sekarang segala sesuatunya harus dijadwalin. Misal kayak sekarang ini nih, aku ada jadwal sampai Jumat. Kebetulan kan enggak terlalu berat juga kerjaannya," ujar Nunung Srimulat, ditemui di kawasan Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2023).
Alasan Nunung Srimulat tetap mengambil pekerjaan berdampingan dengan kemoterapi karena itu menjadi sumber keuangannya untuk membiayai pengobatannya. Apalagi, Nunung Srimulat juga memiliki anak yang juga masih sekolah.
"Kalau aku enggak kerja, nanti siapa yang biayain selama aku sakit? Aku kan masih punya anak-anak yang sekolah dan masih jadi tanggung jawab aku," sambung Nunung Srimulat.
Tidak hanya itu, menurut Nunung Srimulat, jika ia hanya diam justru membuat kondisinya merasa kurang nyaman. Oleh sebab itu, ia memilih untuk bekerja dan menjadi tulang punggung keluarganya.
"Aku juga enggak mau yang cuma tiduran, malah rasanya enggak karuan nanti. Jadi aku masih menjalankan tugas sebagai tulang punggung keluarga. Itu malah jadi penyemangat saya," ujarnya.
Kemoterapi sendiri merupakan proses pengobatan yang memberikan berbagai efek pada tubuh., mereka yang melakukan kemoterapi akan menjadi lemas dan merasa kurang sehat.
Oleh sebab itu, setelah menjalaninya, pasien disarankan untuk beristirahat. Lantas bagaimana kondisinya dengan bekerja? Apakah pasien yang melakukan kemoterapi diperbolehkan untuk bekerja?
Mengutip Alodokter, setelah menjalani kemoterapi pasien harus melihat kondisinya terlebih dahulu. Hal ini karena kondisi fisik pasien dapat berpengaruh dari efek kemoterapi yang dilakukannya.
Baca Juga: Penampilan Baru Nunung Srimulat Bikin Sedih, Andre Taulany: Kaya Lato-Lato
Meski demikian, nyatanya ada sebagian pasien tetap bisa bekerja meski sedang menjalani kemoterapi. Beberapa pasien juga diperbolehkan bekerja secara WFH. Sementara, jika diharuskan bekerja secara langsung, Akan lebih baik jika mengurangi waktu kerjanya agar tidak terlalu lama.
Hal ini karena kemoterapi memberikan efek yang membuat kemampuan fisiknya tidak sama seperti sebelumnya. Selain itu, kemoterapi juga bisa memberikan berbagai efek lain seperti mual, muntah, dan lain-lain.
Setelah selesai kemoterapi, masih ada proses monitoring keberhasilan pengobatan tersebut. Oleh sebab itu, untuk bekerja secara penuh akan sulit. Namun, pasien bisa menyesuaikan jadwalnya dengan proses pengobatan yang dijalankannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Daftar Barang yang Wajib Ada di Tas Siaga Bencana Anda
-
5 Sunscreen untuk Wanita 35 Tahun ke Atas, Ampuh Hempas Flek Hitam
-
3 Zodiak Ini Bakal Masuk Era Baru yang Penuh Kekuatan Mulai 28 Januari 2026
-
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
-
Puasa Syaban Berapa Hari? Ini Panduannya Berdasarkan Sunnah dan Amalan Rasulullah
-
Puasa Tahun ini Tanggal Berapa? Ini Jadwal Penetapan Bulan Ramadan 2026
-
Lirik dan Link Resmi Download Lagu 'Rukun Sama Teman', Wajib Dinyanyikan saat Upacara
-
5 Rekomendasi Lip Liner untuk Samarkan Bibir Gelap Usia 40 tahun
-
Doa Bulan Syaban, Arab Latin dan Artinya Agar Dapat Ampunan dan Hati Bahagia Saat Ramadan
-
5 Lipstik Satin untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Ampuh Samarkan Garis Halus