Suara.com - Inara Rusli blak-blakan masih mempertahankan rumah tangganya dengan Virgoun karena sama-sama lahir dari keluarga broken home, apa sih dampaknya ke anak?
Meski sudah ketahuan selingkuh, Virgoun enggan untuk memperbaiki hubungan rumah tangganya. Padahal Inara Rusli tidak ingin ketiga anaknya menjadi anak broken home, seperti yang dialami kedua orangtuanya dulu.
Inilah sebabnya Inara Rusli rela berkorban, walau sudah diselingkuhi tetap berusaha mengajak Virgoun untuk berubah demi anak-anaknya.
"Kita kan sama-sama dari keluarga broken home. Aku ingin coba perbaiki aja tapi ternyata emang dianya nggak mau," ujar Inara Rusli saat berbincang di CURHAT BANG Denny Sumargo dikutip suara.com, Selasa (6/6/2023).
Melansir Justice, sebaik apapun perceraian tetap akan berdampak pada anak. Apalagi kebanyakan orangtua yang bercerai tidak mampu memenuhi kebutuhan anak, yang hasilnya mempengaruhi fisik, emosional dan psikologis anak.
Apalagi beberapa peneliti juga menemukan gejala akut dan stres, puncaknya terjadi di dua tahun setelah perpisahan kedua orangtuanya.
Adapun sederet dampak keluarga broken home pada anak, yang berhasil dirangkum suara.com seperti sebagai berikut:
1. Lebih Mudah Sakit
Diwartakan Tampa Baya Times, anak dari orangtua yang bercerai punya risiko lebih besar jatuh sakit dibanding anak yang tumbuh di keluarga utuh.
Baca Juga: Cek Fakta: Tangis Inara Rusli Saat Konser Bikin Penonton Banjir Air Mata
Ini berdasarkan Penelitian Jane Mauldon dari University of California yang mengatakan anak dari keluarga broken home berisiko 35 persen alami masalah kesehatan di 3 tahun pertama perpisahan kedua orangtuanya.
2. Memburuknya Pendidikan
Akibat orangtua bercerai, anak-anak akan alami tekanan emosional, ketidakstabilan, dan perubahan gaya hidup yang akhirnya memperburuk akademik anak di sekolah.
Apalagi pendidikan anak jadi terhambat akibat rusaknya sumber saya keuangan, rutinitas harian hingga lingkungan rumah yang ditinggali anak jadi tidak stabil.
3. Jadi Anak Agresif dan Penindas
Perceraian akan mempengaruhi perkembangan sosial anak, mereka sulit bergaul yang hasilnya memicu perilaku agresif dan menjadikannya sosok penindas atau perilaku bullying.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
6 Sunscreen Moisturizer SPF 50 Sat Set untuk Busy Morning, Diperkaya Collagen dan Ceramide
-
Kisah Petani di Klaten Menghidupkan Kembali Tanah demi Bertahan dari Krisis Iklim
-
7 Lip Balm dengan SPF untuk Bibir Gelap dan Kering, Jadi Lembap Seharian
-
14 Mei Libur Apa? Ini Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bulan Mei 2026
-
Sunscreen yang Bagus SPF Berapa? Ini Penjelasan Dokter dan 6 Rekomendasinya
-
Menjaga Sungai dari Hulu ke Hilir: Cerita Pusur Institute Ajak Anak Muda Rawat DAS Pusur di Klaten
-
3 Bedak High End yang Tahan Lama untuk Makeup Kondangan, Bikin Wajah Lebih Halus
-
Kapan Sidang Isbat Idul Adha 2026? Ini Jadwal Resminya
-
Meniatkan Kurban Satu Ekor Kambing untuk Satu Keluarga, Bolehkah?
-
Apa Zodiak Ahmad Dhani? Ini Karakter dan Peruntungannya