Suara.com - Musim ibadah haji bagi umat Islam akan segera tiba dalam beberapa pekan lagi. Dalam tradisi masyarakat Indonesia, orang yang nantinya pulang dari melaksanakan ibadan haji akan mendapat gelar Haji atau Hajjah bagi perempuan. Kebiasaan memberikan gelar tersebut rupanya hanya terjadi di Indonesia.
Pendakwah Habib Husein Jafar menjelaskan kalau tradisi memberikan gelar kepada orang yang baru pulang berangkat haji sebenarnya warisan dari tradisi kolonial Belanda.
"Gelar haji itu bikinan Belanda untuk mendeteksi orang yang sudah ke Makkah. Jadi ibarat kata dengan gelar itu siapa aja nih yang sudah ke Makkah karena bisa dkdeteksi terus karena khawatir dia membawa perubahan dari sana," jelas pria yang akrab disapa Habib Jafar tersebut ketika jadi bintang tamu podcast pada kanal YouTube Andre Taulany yang tayang Oktober 2021 lalu.
Lebih lanjut, Habib Jafar menjelaskan bahwa tujuan Belanda memberikan gelar haji agar mudah menandai orang-orang yang sudah pergi ke Makkah. Karena pada saat masa penjajahan dulu ada kekhawatiran kalau orang yang berangkat haji sikapnya berubah jadi berani mengutarakan kemerdekaan saat pulang ke Tanah Air.
"Itu hanya di Indonesia sebenarnya. Artinya gelar yang dibuat Belanda untuk mengontrol, melihat. Karena khawatir membawa perubahan-perubahan pembebasan di tengah penjajahan," kata Habib Jafar.
Kekhawatiran itu dirasakan bangsa Belanda lantaran mereka berpikir bahwa orang-orang yang pergi ke Makkah untuk melakukan ibadah haji berpotensi bertemu banyak orang dari berbagai negara. Sehingga bisa saja pikirannya jadi lebih terbuka terhadap kemerdekaan.
"Haji itu kan orang bertemu dengan banyak orang, kemudian bersilaturahmi dengan banyak orang, terjadi perjalanan spiritual. Kemudian khawatir ketika pulang, karena haji itu tolok ukurnya ketika pulang, dia berubah apa enggak. Nah, khawatir perubahan dirinya itu membawa dampak sosial," pungkas Habib Jafar.
Setelah ratusan tahun berlalu, nyatanya tradisi menyematkan gelar itu masih terjadi di kalangan masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Asal Muasal Viral 'Pelan Pelan Pak Sopir' dan Sepeda Nabi Adam, Ternyata Begini Faktanya!
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
5 Sepatu Lari Lokal Terbaik yang Cocok Dipakai Kerja dan Aktivitas Harian, Cek di Sini!
-
Urutan Skincare Pakai Toner yang Benar Menurut Dokter, Sesuaikan Jenisnya!
-
5 Rekomendasi Daily Cream Viva Cosmetics, Murah tapi Efektif untuk Rawat Kulit
-
5 Toner yang Mencerahkan Wajah di Guardian dengan Kandungan Aktif Terbaik
-
Harga Setara Motor, Sepeda Listrik Ini Punya Jarak Tempuh 96,5 Km
-
Urutan Skincare Wardah Lightening Pagi dan Malam yang Benar agar Wajah Cerah Maksimal
-
7 Parfum Aroma Mint yang Bikin Fresh Seharian, Lokal hingga Brand Mewah
-
Kapan Mulai Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026? Ini Jadwal Berpuasa di Bulan Dzulhijjah
-
Berapa Harga Ella Skincare? Ini Daftar Harga Produk dan Treatment 2026
-
6 Sepatu Volly Terbaik Selain Mizuno dengan Outsole Anti Slip dan Bantalan Super Nyaman