Suara.com - Bukan hanya umat Muslim, berkurban di Hari Raya Idul Adha juga ikut dimeriahkan oleh pengikut umat agama lain, seperti dr Richard Lee. Dalam TikTok milik sang istri, Reni Effendi tampak menyambangi peternakan sapi untuk ikut membeli hewan kurban.
Menurutnya, hal tersebut adalah salah satu permintaan dr Richard Lee yang ikut berkurban, berbagi pada masyarakat dan orang yang membutuhkan. Sayangnya, suaminya sedang sibuk bekerja, sehingga dirinya lah yang mewakilkan untuk mencari sapi kurban.
"Hari ini aku lagi main-main di kandmag sapi. Aku mau liat-liat sapi untuk hari raya kurban nanti," pungkasnya seperti yang Suara.com kutip pada Kamis (29/6/2023).
Saat berada di peternakan sapi, wanita yang juga berprofesi sebagai dokter tersebut pun memilih sapi berukuran besar dengan harga Rp35 juta. Saat itu, kata Reni, dr Richard Lee memintanya membeli dua ekor sapi untuk di kurbankan.
"Pilih sapinya yg paling gede. Ternyata dapet budgetnya dr suami beli dua katanya," ujar dia lagi.
Melalui kurban atas nama Athena Group ini, dr Richard dan istrinya berharap bisa bermanfaat untuk banyak orang, dan mereka yang menerimanya bisa ikut berbahagia.
"Semoga hasil kurban ini bermanfaat untuk banyak orang dan banyak orang yang berbahagia menerima hasil kurbannya," tutup dia.
Dalam akun TikToknya, tak sedikit warganet yang bertanya-tanya, bolehkah non Muslim ikut berkurban seperti dr Richard Lee dan istrinya.
Pengasuh pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon, KH. Yahya Zainul Ma'arif atau lebih dikenal Buya Yahya, memberikan penjelasan soal ini.
Baca Juga: Sosok Pria Rambut Panjang di Samping Presiden Jokowi Salat Idul Adha di Yogyakarta
Dalam video di kanal YouTube Buya Yahya yang diunggah Agustus 2019, Buya Yahya mendapat pertanyaan dari salah satu jamaahnya.
"Bagaimana hukumnya jika ada penganut agama lain ikut menyumbang hewan kurban di salah satu masjid lalu dagingnya dibagikan untuk masyarakat setempat?" demikian bunyi pertanyaan tersebut.
Buya Yahya mengatakan berkurban adalah kewajiban seorang muslim saja. Sehingga jika ada orang non muslim ikut berkurban, tak ada nilai dari kurban itu sendiri.
"Tapi kalau mereka ingin berkurban, maksudnya ingin berderma itu sah-sah saja. Bahkan di dalam Islam terjalin suatu keindahan," kata Buya Yahya.
Lebih lanjut Buya Yahya menjelaskan, daging kurban yang berasal dari orang non muslim sifatnya hadiah. Dan kata dia, orang muslim boleh menerima hadiah dari penganut agama lain.
"Jadi kita tuh boleh menerima hadiah. Jadi kalau hari raya korban ada orang nonmuslim atau orang kafir yang memberikan sapi untuk disembelih kurban, sah, tapi tidak jatuh korban, ya sudah disembelih saja, dimakan kaum muslimin," ujarnya menjelaskan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim