Lifestyle / Female
Jum'at, 07 Juli 2023 | 11:10 WIB
Potret Nikita Willy dan sang buah hati (Instagram/@nikitawillyofficial94)

Suara.com - Fakta menarik diungkap Nikita Willy yang terkena brain fog atau kabut otak setelah menjadi ibu dan memiliki anak. Apa sebenarnya brain fog itu, dan seberapa berbahaya? 

Pengakuan ini disampaikan langsung Nikita yang mengalami pola pikir membingungkan, karena semua hal perlu diperlu dipikirkan padahal kondisi ini berbeda saat dirinya masih single atau belum menikah.

"Perubahanl yang aku alami jujur sih lebih ke brain fog. Jadi kayak mom brain, kadang suka bengong gitu loh, karena banyak banget yang harus dipikirin. Kalau dulu aku mikirnya cuma A, B, C, D. Tapi setelah nikah semuanya harus dipikirin A sampai Z, anak aku gimana suami gimana, harus diurusin semuanya," jelas Nikita dalam potongan video yang dibagikan akun instagram @dearmom.id, dilihat suara.com, Kamis (6/7/2023).

Melansir Healthline, kabut otak adalah gejala yang disebabkan stres, perubahan pola tidur, obat-obatan, dan faktor lainnya. Ini dapat menyebabkan kebingungan, masalah memori, dan kurangnya fokus.

Nikita Willy [Instagram]

Kabut otak bukan kondisi medis melainkan gejala dari kondisi medis lainnya, tapi sejenis disfungsi kognitif.

Beberapa orang juga menggambarkan kabut otak sebagai kelelahan mental, dan tergantung pada tingkat keparahan kabut otak, dapat mengganggu pekerjaan atau sekolah.

Berikut ini beberapa penyebab kabut otak atau brain fog yang harus diwaspadai:

1. Stres

Stres kronis dapat meningkatkan tekanan darah, melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan memicu depresi penelitian juga menyebutkan kabut otak bisa terjadi karena kelelahan mental.

Baca Juga: Hidup Bergelimangan Harta, Nikita Willy Akui Sempat Jatuh Miskin Sampai Tak Bisa Beli Ayam Goreng: Jual Cincin Dulu

Ketika otak lelah, akan lebih sulit untuk berpikir, bernalar, dan fokus.

2. Kurang Tidur

Kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu seberapa baik fungsi. Jadi sebaiknya cukup tidur 8 hingga 9 jam per malam. Tidur terlalu sedikit juga dapat menyebabkan konsentrasi yang buruk dan pikiran yang mendung.

3. Perubahan Hormon

Perubahan hormon juga bisa memicu kabut otak. Tingkat hormon progesteron dan estrogen meningkat selama kehamilan. Perubahan ini dapat memengaruhi memori dan menyebabkan gangguan kognitif jangka pendek.

Demikian pula, penurunan kadar estrogen selama menopause dapat menyebabkan pelupa, konsentrasi yang buruk, dan pemikiran yang bekabut.

Load More