Suara.com - Syahnaz Sadiqah akhirnya minta maaf atas kasus perselingkuhannya dengan Rendy Kjaernett. Adik Raffi Ahmad ini mengaku, dirinya menyesal karena tidak bersyukur sudah memiliki suami sebaik Jeje Govinda.
“Ya kalau dari aku, aku menyesal banget dengan apa yang terjadi. Mungkin aku kemarin kurang menghargai, kurang bersyukur, sudah dikasih keluarga yang baik, suami yang baik banget kayak kamu,” ucap Syahnaz Sadiqah dalam video yang diunggah di kanal Youtube Jeje & Nanas Channel, Minggu (9/7/2023).
Tidak hanya itu, Syahnaz Sadiqah mengucapkan, rasa terima kasihnya, terkhusus kepada Jeje yang masih memberikan kesempatan untuknya. Padahal, suaminya itu bisa saja meninggalkannya setelah kasus perselingkuhan tersebut.
“Enggak ada kata lain selain maaf, menyesal dan terima kasih. Terima kasih kamu yang nggak pernah ninggalin aku susah dan senang kita selalu bareng-bareng,” lanjutnya.
Syahnaz Sadiqah juga berjanji, dirinya akan menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarganya. Ia ingin memperbaiki diri dan tidak akan berselingkuh lagi.
"Pokoknya, ke depannya aku pasti bakal belajar buat jadi istri yang lebih baik dan Ibu yang baik," tutup Syahnaz Sadiqah.
Meski demikian, terkait perselingkuhan bukanlah hal mudah. Pasalnya, orang yang berselingkuh berpotensi melakukan kesalahan serupa.
Namun, bukan berarti mereka yang berselingkuh pasti akan melakukan hal sama. Hal ini karena terdapat berbagai cara untuk orang tersebut benar-benar berhenti dan menjauhi perbuatan selingkuh.
Melansir laman Hindustan Times, berikut beberapa cara agar seseorang benar-benar berhenti dari kebiasaan selingkuh.
Baca Juga: Rendy Kjaernett Anggap Berita Isu Perselingkuhannya jadi Paling Parah Karena Hal Ini...
1. Memahami diri sendiri
Untuk benar-benar berhenti selingkuh, seseorang harus bisa memahami dirinya sendiri. Artinya, ketahui apa yang diri sendiri inginkan. Coba fokus untuk diri sendiri menjauhi hal-hal yang memancing diri untuk berselingkuh. Bisa juga meminta bantuan profesional, atau pasangan agar tidak mengulangi perselingkuhan itu.
2. Identifikasi masalah
Cobalah untuk identifikasi masalah apa yang menyebabkan timbulnya perselingkuhan. Hal ini bisa dicari tahu bersama pasangan dan menemukan cara untuk dapat menyelesaikannya.
3. Komunikasi
Selalu menjaga komunikasi adalah hal yang penting. Komunikasikan dengan pasangan masalah yang dihadapi. Hal ini akan membantu mencegah diri untuk melakukan perselingkuhan. Apalagi, perselingkuhan bisa terjadi karena komunikasi yang buruk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra
-
Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil
-
Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang
-
Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026
-
Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis
-
Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital