Suara.com - Apakah Anda mempunyai teman atau rekan dekat yang selalu terlihat ceria dan sedikit merasa cemburu karenanya? Sebelum berpikir seperti itu, Anda perlu tahu bahwa bisa saja ia mengalami duck syndrome.
Belakangan ini, istilah duck syndrome viral di TikTok. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan duck syndrome? Bagaimana ciri-ciri orang yang melakukannya?
Apa Itu Duck Syndrome?
Laman Stanford Edu menyebutkan bahwa duck syndrome atau sindrom bebek adalah istilah untuk menggambarkan fenomena di mana seseorang menampilkan kehidupan yang tampak sempurna di permukaan, tetapi sebenarnya mengalami tekanan dan ketidakpastian di dalamnya.
Tekanan tersebut umumnya berasal dari keinginan untuk mempertahankan citra yang sempurna di depan orang lain, terutama dalam era digital dan media sosial. Mereka khawatir jika menampilkan ketidaksempurnaan akan dinilai tidak layak oleh orang lain.
Sindrom bebek ini banyak ditemukan pada remaja yang masih di bangku sekolah dan orang dewasa yang baru memulai karirnya.
Penting untuk menyadari keberadaan duck syndrome dalam diri Anda. Sebab, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan mental lainnya.
Penyebab Duck Syndrome
Duck syndrome bisa disebabkan oleh beberapa faktor sekaligus. Berikut adalah beberapa di antaranya.
Baca Juga: Resep Roti Bluder yang Viral di TikTok, Lembut Banget Cocok untuk Teman Minum Kopi
- Tuntutan sosial: Keinginan untuk menampilkan citra yang sesuai dengan harapan orang lain, terutama di media sosial.
- Perbandingan sosial: Kebiasaan membanding-bandingkan pencapaian dengan diri sendiri dengan orang lain tanpa tahu prosesnya.
- Ketakutan akan penilaian orang lain: Khawatir jika orang lain akan memandangnya rendah saat menampilkan kondisinya yang sebenarnya.
- Kurangnya keterbukaan: Kurangnya ruang untuk berbicara secara terbuka tentang kegagalan dan masalah hidup kerap mendorong seseorang tampil sempurna secara berlebihan.
Cara Mengatasi Duck Syndrome
Perubahan dalam pemikiran dan perilaku merupakan hal penting untuk mengatasi duck syndrome. Jika Anda mulai merasakannya, berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.
- Sadar bahwa yang ada di media sosial hanyalah bagian kecil dari kehidupan seseorang.
- Fokus pada prioritas diri sendiri tanpa perlu membandingkannya dengan orang lain.
- Menerima ketidaksempurnaan dalam diri karena manusia memang dilahirkan tidak sempurna.
- Berani membicarakan tentang kegagalan dan ketakutan dalam hidup.
- Mengerti pentingnya menjaga kesehatan mental dan berupaya melakukannya.
Itulah sedikit penjelasan tentang duck syndrome dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Bukan Whistleblower, Munif Taufik Dicap Netizen Justice Collaborator di Kasus FH UI, Apa Bedanya?
-
5 Rekomendasi Primer yang Tahan Lama, Bikin Makeup Menempel Seharian
-
Tak Sekadar Kuliah, Program Ini Bantu UMKM Desa Naik Kelas hingga Diakui Dunia
-
Apa Itu Whistleblower? Istilah Viral di Tengah Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI
-
Terungkap Peran 16 Mahasiswa FH UI dalam Skandal Chat Dugaan Pelecehan Seksual yang Viral
-
5 Mesin Cuci Front Loading Hemat Air, Tagihan Lebih Irit dan Tetap Bersih Maksimal
-
5 Pelembap yang Memutihkan Wajah agar Cepat Glow Up dan Tidak Kusam
-
Gen Z Mulai Pilih Baju dengan Nilai, Bisakah Ini Tekan Limbah Fashion?
-
Tak Cuma Edukasi, Ini Strategi Kertabumi Ubah Cara Warga Kelola Sampah
-
Mahasiswa FH UI Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Terancam DO, Masih Bisa Kuliah Lagi?