Lifestyle / Komunitas
Senin, 01 Juni 2026 | 16:40 WIB
Profil Bupati Pandeglang Dewi Setiani. (Pemkab Pandeglang)
Baca 10 detik
  • Bupati Pandeglang Dewi Setiani melantik tersangka pidana menjadi staf ahli hukum.

  • Pejabat yang dilantik Bupati Pandeglang Dewi Setiani terlibat kasus tabrakan maut.

  • Publik menyoroti rekam jejak karier dan profil Bupati Pandeglang Dewi Setiani.

Suara.com - Berita pelantikan seorang tersangka pidana menjadi staf ahli hukum ramai menuai sorotan. Profil Bupati Pandeglang turut mendapat sorotan mengingat kebijakannya cukup kontroversial.

Bupati Pandeglang Dewi Setiani viral di X dan Instagram setelah kabar pengangkatan seorang tersangka pidana berembus ke publik.

Akun media sosial R. Dewi Setiani yang bernama @rd.dewisetiani di Instagram tak luput dari serangan netizen.

Ratusan netizen memberikan komentar negatif pada postingan terbaru milik Dewi Setiani.

Kebijakan kontroversial sang bupati diviralkan oleh beberapa akun, termasuk akun Instagram @kabarmahasiswa.id dan akun X @dimarsasongko98.

Raden Dewi Setiani diketahui melantik Ahmad Mursidi menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik pada Selasa, 26 Mei 2026.

Ahmad Mursidi. (ist)

Ahmad Mursidi merupakan mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Pejabat DPMPTSP sebelumnya pernah terlibat kecelakaan maut. Kepolisian bahkan menetapkannya menjadi tersangka pidana pada 11 Mei 2026.

"Ahmad Mursidi tabrak kerumunan anak SD 30 April 2026. 2 tewas: Tubagus Muhammad (10 tahun) & pedagang Dewi Handayani. 7 luka-luka. Ditetapkan tersangka 11 Mei. Keluarga korban tolak damai. Eh, 15 hari kemudian, 26 Mei 2026, Bupati Pandeglang malah melantiknya jadi Staf Ahli Bidang HUKUM. Tersangka pidana. Ahli hukum," tulis @dimarsasongko98.

Baca Juga: Lawan Maling dengan Gunting, Pria Penjaga Kambing Ini Malah Dijebloskan ke Penjara

Postingan tersebut viral di X setelah mendapat 7.900 Repost serta meraih 501 ribu View.

Dalam prosesi pelantikan tersebut, Bupati Raden Dewi Setiani memberikan pernyataan yang cukup ironis mengingat latar belakang hukum salah satu pejabat barunya.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah membutuhkan akselerasi kinerja tanpa menyinggung insiden berdarah yang melibatkan Mursidi.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, kami membutuhkan pejabat yang mampu berlari lebih cepat, bekerja lebih cerdas, dan bergerak lebih kompak. Tantangan ke depan membutuhkan inovasi dan kreativitas," kata Dewi.

Padahal, publik masih mengingat jelas tragedi 30 April 2026, saat mobil dinas Kijang Innova yang dikendarai Mursidi menabrak kerumunan siswa SDN Sukaratu 5.

Peristiwa tersebut menewaskan seorang pedagang, Dewi Handayani, dan siswa SD bernama Muhamad Milal. Mursidi saat itu menabrak kerumunan berjumlah 9 orang.

Load More