Suara.com - Industri obat dan makanan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan manusia. Produk-produk ini tidak hanya berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga pada lingkungan.
Mengingat, menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan (sustainability) merupakan tanggung jawab seluruh manusia untuk mencegah bumi dari kerusakan yang semakin parah.
Hal inilah yang mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperluas aspek penilaiannya terhadap perusahaan yang bergerak di bidang industri obat dan makanan. Kini bagaimana industri bertanggung jawab terhadap proses produksi yang ramah lingkungan menjadi hal penting untuk dilihat.
Bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day 2023 bertajuk Environmental Sustainability Corporate Governance di Industri Obat dan Makanan, Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito menyampaikan pesan pentingnya mengenai peran penting para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam menjaga kelestarian lingkungan terkait aspek industri obat dan makanan.
"Industri obat dan makanan harus mendorong pengembangan teknologi inovatif yang ramah lingkungan, seperti penggunaan bahan baku yang berkelanjutan dan proses produksi yang lebih efisien," jelas dia.
Selain itu, perubahan perilaku konsumen juga perlu didorong, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memilih produk yang lebih ramah lingkungan. Selain inovasi dan perilaku, peraturan juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.
BPOM, lanjut dia akan terus berperan aktif dalam mengembangkan dan menegakkan regulasi yang mengatur industri obat dan makanan untuk melindungi kesehatan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
"Selain itu, BPOM juga berkomitmen untuk melakukan regionalisasi laboratorium BPOM yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan dan pengujian produk obat dan makanan secara lebih efektif dan efisien," pungkasnya lagi.
Penny juga mengajak industri besar untuk menjadi “orang tua asuh” bagi industri kecil. Dalam konteks ini, industri besar dapat memberikan bimbingan dan dukungan kepada industri kecil untuk mengadopsi praktik berkelanjutan dan memenuhi regulasi yang ada.
Baca Juga: Rekor MURI Tanam 10.000 Bibit Tanaman Obat Diikuti BPOM Pekanbaru
Nantinya BPOM akan memberikan apresiasi kepada industri pangan olahan yang telah menerapkan produksi berkelanjutan berwawasan lingkungan.
Penilaian dilakukan terhadap beberapa aspek-aspek, di antaranya kebijakan terkait implementasi konsep produksi berkelanjutan, termasuk circular economy, hingga implementasi konsep industri berwawasan lingkungan melalui: penggunaan renewable energy, produksi pangan dengan limbah dan emisi minimal (zero waste and zero emission), penggunaan air yang efisien dan penggunaan kemasan pangan ramah lingkungan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan industri pangan olahan dapat menyelenggarakan proses produksi dengan mengedepankan aspek lingkungan serta pembangunan yang berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam