Suara.com - Bagi beberapa orang, sangat menyepelekan kebiasaan menonton film bokep atau porno. Hal ini karena menonton film bokep sering dinilai untuk menyalurkan hasrat seksual atau membangkitkan syahwat.
Bahkan, beberapa orang yang sudah menikah juga tetap menonton film bokep bersama pasangan. Hal ini karena menonton film bokep disebut dapat membuat gairah seks kepada pasangan menjadi meningkat.
Padahal kebiasaan menonton film bokep itu justru merusak. Buya Yahya mengatakan, bagi seseorang khususnya laki-laki yang kebiasaan menonton film bokep akan memberikan dampak yang sangat buruk.
Pasalnya, seseorang bisa saja jadi timbul syahwat bukan hanya kepada pasangannya, tetapi keluarga. Menurut, Buya Yahya hal ini sangat berbahaya, apalagi kalau syahwat tersebut malah timbul kepada adiknya ataupun ibunya.
“Sehingga kebayang sampai kenapa kok dia berzina dengan ibunya dengan adiknya karena sudah kotor sekali. Maka ini bahaya sekali,” jelas Buya Yahya dalam Youtube Short yang diunggah kanal Jubir Rakyat, setahun tahun lalu.
Hal ini lantas sangat bertentangan dengan Islam. Pasalnya, dalam Islam ketika seseorang melihat mahramnya, maka tidak ada syahwat yang timbul. Namun, sebab kebiasaan nonton bokep tersebut membuatnya ada hasrat kepada mahramnya sendiri.
“Kalau dalam islam ngelihat yang namanya mahram ya enggak nafsu, enggak syahwat kan mahram adiknya, kakaknya. Cuma karena pikirannya kotor dengan pornografi maka melihat adiknya pun ingin berbuat. Ini merusak makannya hati-hati dengan porno,” sambungnya.
Sementara itu, bagi suami yang menonton film bokep ini sang istri seharusnya juga tidak boleh baik-baik saja. Buya Yahya mengatakan, dengan suami yang sering menonton film bokep, bisa menandakan kalau syahwatnya itu pada tontonan tersebut, bukan istrinya sendiri.
“Biarpun katanya (nonton film bokep) untuk suami istri itu tidak, ngerusak. Mestinya (istri) tersinggung pasangannya itu. berarti pasangannya itu syahwat karena melihat bukan (film bokep) bukan karena istrinya,” jelas Buya Yahya.
Baca Juga: Benarkah Baju saat Haid Tidak Boleh Dipakai Sholat? Ini Kata Buya Yahya
Terkait hal ini juga sudah dijelaskan oleh pakar kejiwaan. Pasalnya, menonton film bokep ini lebih seram daripada pecandu narkoba. Ini bisa merusak pikiran manusia, bahkan membuat akalnya menjadi seperti binatang.
“Pakar kejiwaan mereka sudah mengatakan bahwasanya, orang yang sudah kecanduan pornografi itu lebih seram daripada orang kecanduan aviun dan sebagainya, karena merusak pikirannya. Bentuknya manusia tapi akalnya binatang,” pungkas Buya Yahya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Walkot Tangsel Naik Tank Saat HUT RI Kena Semprot Netizen: Jalan Benerin, Bukan Dadah-Dadah
-
Sindir Orde Baru, Megawati: Soekarno Ditahan Tanpa Pengadilan karena Pak Harto Ingin Jadi Presiden
-
Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
-
LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia
-
Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia
-
Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
-
Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau
-
Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya
-
Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana
-
Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS