Suara.com - Mitos terkait menstruasi dan kesehatan reproduksi termasuk salah satu yang banyak dipercaya masyarakat. Salah satunya ialah minum air dingin saat haid menyebabkan kista.
Lantas, benarkah anggapan tersebut? Atau hanya mitos belaka?
Menanggapi isu tersebut, dokter Tirta Mandira Hudhi menegaskan minum air dingin saat haid menyebabkan kista adalah mitos belaka, karena posisi lambung dan rahim tidak berhubungan.
Kista adalah sebuah kantung yang berisi cairan, udara, atau bahan lainnya yang abnormal dan menempel pada organ terdekat. Kista juga merupakan benjolan jinak alias bukan kanker.
Dokter Tirta menjelaskan kista dan air dingin tidak berkaitan, karena posisi lambung dan rahim berjauhan. Tidak ada satupun jalur yang menghubungkan lambung tempat mengolah makanan dan minuman sebelum akhirnya diedarkan ke seluruh tubuh lewat darah, tidak berhubungan langsung dengan rahim.
"Ini lambung (kanan), ini hati (kiri), rahim itu di bawah. Di atas kandung kemih ya deketan. Jalurnya lambung ke rahim tuh mana, jalurnya mana," ungkap Dokter Tirta dalam konten edukasi di Instagram @enyoonkchoie dikutip suara.com, Selasa (18/7/2023).
Apalagi kata Dokter Tirta, konsumsi air ingin saat haid mekanismenya akan tetap sama yaitu sebelum disebarkan ke seluruh tubuh akan lebih dulu dinetralkan oleh organ yang ada di kerongkongan. Lalu masuk ke lambung, suhu air yang masuk akan disesuaikan suhu sesuai kebutuhan tubuh.
"Lagi pula air berapapun suhu ketika masuk ke tubuh, itu dinetralkan sama silia-silia kita nih, sama esofagus sama lambung kita," jelasnya.
"Dari air dingin dari lambung diolah, terus nanti masuk ke ginjal ke darah, dibuang lewat pipis. Jalurnya mana ke rahim? nyebrang dari jembatan, tidak ada," lanjut Dokter Tirta Tegas.
Melansir Hello Sehat, kista rahim adalah kondisi yang cukup umum, ditemukan pada perempuan yang masih mengalami menstruasi dan menjelang menopause.
Menurut Women’s Health, kebanyakan wanita memiliki setidaknya satu folikel atau akar kista setiap bulan.
Alih-alih disebabkan konsumsi air dingin, beberapa pemicu kista rahim yang perlu dicurigai, yaitu sebagai berikut:
1. Masalah hormonal
Kista fungsional dapat muncul karena masalah hormonal atau obat-obatan pemicu ovulasi.
2. Endometriosis
Wanita dengan endometriosis dapat menderita kista ovarium atau kista rahim.
3. Kehamilan
Biasanya, pada kehamilan awal, sepasang kista rahim dapat muncul secara alami untuk mendukung janin hingga cairan amnion terbentuk. Meski begitu, kista dapat bertahan hingga akhir kehamilan.
4. Infeksi panggul
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Terpopuler: Dicopot Dedi Mulyadi, Gaji Kepala Samsat Soekarno Hatta Segini Tapi Kekayaannya...
-
5 Lipstik Lokal untuk Makeup Bold, Warna Intens Elegan dan Tahan Seharian
-
Mengapa Benjamin Netanyahu Mengubah Namanya? Ini Nama Asli PM Israel
-
Profil Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi
-
5 Parfum Ahmed Al Maghribi Termurah, Wangi Mewah ala Asia Tengah
-
6 Shio Paling Hoki pada 11 April 2026: Banjir Cuan di Akhir Pekan
-
5 Urutan Skincare Pagi Azarine Bright & Glow Booster untuk Mencerahkan Wajah Kusam
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Mirip Onitsuka Tiger, Harga Mulai Rp 100 Ribuan
-
Harga 4 Parfum Refill YSL, Wangi Mewah dan Tahan Lama
-
Harga Sabun Cuci Muka Barber Daily Berapa? 3 Tipe Facewash Terbaik Buat Pria