Suara.com - Siklus haid perempuan sangat dipengaruhi dengan kualitas pematangan sel telur yang terjadi di dalam rahim. Gangguan pematangan sel telur juga dapat menyebabkan perempuan mengalami kesulitan hamil maupun masalah kesehatan lainnya.
Dokter kandungan Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG., menjelaskan bahwa perempuan dengan gangguan pematangan sel telur bisa saja mengalami penebalan dinding rahim yang berisiko menyebabkan pendarahan dalam jumlah banyak. Kondisi itu juga bisa jadi salah satu bibit terjadinya keganasan badan rahim.
"Oleh karena itu, setiap keluhan siklus haid yang tidak teratur harus dicari penyebabnya agar dapat segera ditangani dengan tepat," pesan dokter Budi melalui siaran pers tertulisnya, Jumat (7/7/2023).
Jumlah sel telur yang sedikit juga termasuk penyebab gangguan siklus haid yang harus dikenali secara cepat. Karena, menurut dokter Budi, kondisi itu biasanya lebih sulit diatasi, terutama pada perempuan yang belum pernah hamil.
Ia menjelaskan bahwa banyak atau tidaknya sel telur dalam indung telur setiap perempuan dipengaruhi oleh faktor genetik maupun faktor lingkungan.
Adanya suatu penyakit dalam sistem reproduksi perempuan juga bisa jadi penyebab rendahnya jumlah sel telur. Salah satunya, penyakit kista cokelat atau dalam istilah medis disebut dengan endometriosis. Dokter Budi mengungkapkan bahwa kondisi itu juga pada akhirnya akan menyebabkan gangguan siklus haid.
"Dikenal sebagai salah satu penyakit organ reproduksi yang dapat merusak dan menurunkan jumlah sel telur. Demikian pula dengan tindakan pembedahan pada indung telur, jika terdapat kista, yang dapat mengurangi jumlah sel telur sehingga berujung pada gangguan siklus haid," jelasnya
Selain itu, tindakan kemoterapi atau radiasi pada perempuan muda penderita penyakit keganasan juga dapat mengurangi jumlah sel telur sehingga memicu kejadian menopause dini.
Melihat begitu eratnya kaitan siklus haid dengan reproduksi sehat, dokter Budi menyarankan kepada setiap perempuan untuk mencatat siklus haidnya dengan baik. Siklus haid dinyatakan sehat jika terjadi pada jeda waktu antara 24-38 hari dengan lama haid antara 3-7 hari dan mengganti pembalut 2 sampai 3 kali per hari.
Ia juga mengingatkan bahwa nyeri haid termasuk kondisi normal jika terjadi pada hari pertama atau kedua siklus haid, selama tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Pencatatan siklus haid yang baik dapat bermanfaat terhadap terciptanya reproduksi sehat. Tentunya sistem reproduksi yang sehat juga akan menjaga seorang perempuan terhindar dari gangguan kesehatan organ reproduksi sekaligus menyiapkan keturunan dan generasi selanjutnya yang sehat dan cerdas," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat