Suara.com - Suami Meylisa Zaara, Rizka Khoirul Atok, mengakui pernah mengirim video saat sedang berhubungan intim kepada teman perempuannya. Hal tersebut ia ungkapkan saat sedang berbincang dengan dr Richard Lee.
Akun TikTok amri.wils0n berbagi kembali potongan video tersebut. "Pertanyaan saya, mas memvideokan kejadian (berhubungan intim) mas di mobil. Kenapa mas harus kirim ke teman cewek?" Tanya dr. Richard Lee penasaran.
Awalnya, Atok mengelak. Namun, dr Richard mengatakan bahwa video tersebut benar-benar dikirimkan hingga akhirnya Atok mengakuinya.
"Karena stigma masyarakat, teman aku juga bilang begitu, 'kamu bisa apa nggak?' Kayak gitu," jelas Atok.
Kemudian dr Richard Lee mengatakan dirinya juga sering disebut penyuka sesama jenis. Namun, hal tersebut tak ia ambil pusing.
"Mana ada mas, cowok main divideokan ditunjukkan ke teman cewek. 'Tuh kan aku bisa kan.' Semua orang juga tahu mas, kalau cowok itu pasti bisa. Apa yang mau kamu buktikan?" Tanya dr Richard Lee.
Atok kemudian mengatakan ia ingin membuktikan bahwa dirinya serius menjalin rumah tangga dengan Meylisa Zaara.
Meski tak diunggah ke internet secara luas, perekaman video berhubungan intim dan dibagikan ke teman merupakan hal yang mengejutkan. Lantas, apakah hal ini bisa mengancam Atok terjerat hukuman?
Pada Pasal 1 UU No.44 tahun 2008 menyatakan bahwa setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan atau menyediakan pornografi yang secara ekspilisit memuat :
1. Persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang
2. Kekerasan seksual
3. Masturbasi atau onani
4. Ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan
5. Alat kelamin; atau
6. Pornografi anak
Selain pada pasal 1 UU No.44 tahun 2008 mengenai larangan menyebarluaskan video pornografi. Ada hukuman yang akan menjerat pelaku penyebaran video pornografi, yaitu tertera pada pasal 27 ayat 1 UU ITE tersebut.
Ancaman tindak pidana penyebaran konten dewasa di media sosial dapat dilihat pada UU Informasi Dan Transaksi Elektronik Pasal 45 ayat 1 UU No.19 Tahun 2016 tentang ITE. Ancaman yang akan dikenakan kepada pelaku adalah penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Instaperfect Cushion untuk Kulit Apa? Ini Varian, Manfaat, dan Kelebihannya Menurut Review
-
7 Cara Membedakan Sepatu Ortuseight Asli dan KW agar Tidak Salah Beli
-
Sering Pakai Masker Hitam Bikin Jerawat Makin Parah? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Kulit
-
3 Bedak Tabur Wardah Terlaris di Shopee, Kualitas Bagus Menurut Review Pengguna
-
Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
-
5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker, Seri 530 Jadi 800 Ribuan
-
5 Sepatu Slip On Lokal Terbaik yang Anti Ribet dan Nyaman untuk Jalan Kaki Menurut Reviewer
-
Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?
-
Kulkas Mini Paling Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Hemat Listrik dan Tempat
-
3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama