Suara.com - Baru-baru ini beredar video gadis SMP perempuan yang melakukan masturbasi dengan menggunakan botol minyak telon. Video tersebut langsung viral dan menjadi trending di Twitter usai diunggah oleh salah satu akun.
"Viral minyak telon anak smp, viral minyak telon, vidio viral minyak telon, ada apa dengan minyak telon, kasus minyak telon, minyak telon viral smp, video minyak telon," tulis @courtney lonewolf, dikutip dari twitter, Rabu (26/7/2023).
Setelah itu, warganet sendiri mulai mencari link untuk melihat video anak SMP yang masturbasi dengan minyak telon tersebut. Malah beberapa akun juga mencuit link-link yang ditulis adalah situs untuk melihat video anak SMP minyak telon itu.
“Minta link videonya dong,” cuit pemilik akun @sar******ul1.
“Link kak, minta videonya kak,” tulis akun @Rad*******no.
“Link videonya yang mana sih, minta dong,” cuit akun @bw*****on.
“Cek profil aku, linknya ada di bio bisa diklik aja,” tulis pemilik akun @ss****sa.
Banyaknya warganet yang meminta dan menyebarkan link ini cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, memencet link sembarangan sendiri sangat membahayakan. Hal ini karena menekan link yang disebarkan akun asing bisa saja menjadi jebakan phising.
Melansir alam Check Point, link phising adalah tindakan cybercrime di mana pelaku bisa meretas data seseorang melalui link yang disebarkannya. Para pelaku biasanya akan membagikan link tersebut di berbagai media sosial.
Baca Juga: Viral Gadis SMP Masukkan Botol Minyak Telon ke Miss V, Ketua POGI Ingatkan Bahaya Kecanduan Onani
Nantinya mereka akan memancing korban untuk menekan link yang telah disiapkan tersebut. Ketika menekan link, korban akan diarahkan ke situs berbahaya yang telah dibuatnya untuk meretas data-datanya.
Biasanya, link phising akan meminta korban untuk mengisi data-data pribadi, baik email, kata sandi, dan informasi lainnya. Lebih parahnya, korban juga bisa diminta untuk memasukkan nomor rekening agar pelaku bisa mencuri uang yang disimpan di bank.
Oleh sebab itu, ketika ada akun asing yang meminta untuk menekan link tanpa kejelasan sebaiknya dihindari. Hal ini karena link tersebut bisa saja phising dan hanya ingin meretas data korban.
Seseorang juga harus selektif saat memasuki situs tersebut.Jika link tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda aneh yang meminta data pribadi, bisa langsung untuk menutupnya kembali.
Usahakan untuk tidak mudah membuka sembarangan link hanya karena sedang viral. Hal ini memiliki risiko tinggi jika data diretas dan dimanfaatkan untuk hal-hal yang salah.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Microsleep Sang Sopir Pikap Menghentikan Langkah Kecil Bocah Asal Malang Selamanya
-
Cegah Penuaan! 4 Serum Anti-Aging Korea Kunci Wajah Awet Muda dan Kenyal
-
Jargas Digenjot Demi Ketahanan Energi, Antara Manfaat Belum Merata dan Kesiapan yang jadi Tantangan
-
TVS Indonesia Edukasi Keselamatan Jalan Raya dengan Bagikan Ratusan Helm Anak
-
Siap-Siap War! The Script Bakal Konser di Indonesia Arena GBK Tahun 2027, Tiket Mulai Rp650 Ribuan
-
6 Cara Melakukan Teknik Slugging dengan Moisturizer, Ini Tips dan Manfaatnya
-
Saatnya Wujudkan Rumah dan Mobil Impian lewat BRI Consumer Expo 2026 Goes to Summarecon Bogor
-
Puan Buka Masa Sidang DPR 2026-2027, 463 Anggota Hadir dan Kuorum Terpenuhi
-
CEK FAKTA: Menguji Klaim Prabowo Soal MBG, Stunting 25 Persen dan Realita di Papua
-
Tangisan Balita Mengungkap Kematian Tragis Seorang Ayah di Jati Agung