Suara.com - PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk menerapkan halal blockchain dalam memproduksi berbagai produk makanan olahan beku yang berkualitas. Adapun produk makanan olahan beku yang diproduksi Sreeya Sewu Indonesia adalah Belfoods.
Halal blockchain merupakan sistem penyimpanan data digital yang dipakai, dan berisi catatan yang terhubung melalui kriptografi untuk mengedepankan integritas dan transparansi data pada proses supply chain, mulai dari produksi hingga distribusi sampai ke pelanggan dan konsumen. Sistem yang menggabungkan data-data yang sebelumnya diadministrasikan secara manual ke dalam sistem digital ini, dapat diakses oleh konsumen melalui QR Code yang terdapat pada produk kemasan.
Melalui halal blockchain, para konsumen bisa mengakses proses potong ayam secara transparan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan dan penimbangan ayam hidup saat masuk ke rumah potong ayam, proses penyembelihan halal, penirisan darah sampai dengan proses post-mortem. Dengan sistem ini, diharapkan konsumen tidak lagi merasa ragu akan kehalalan produk olahan daging yang dihasilkan Sreeya Sewu Indonesia karena prosedur pemotongannya sesuai dengan Syariat Islam.
Managing Director Belfoods, Irvan Cahyana mengatakan, Sreeya Sewu Indonesia merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang menerapkan Halal Blockchain dalam setiap proses pengolahan bahan bakunya (ayam).
"Kami memberikan solusi yang dapat dipercaya, memastikan keaslian dan kehalalan setiap produk dengan memberikan keyakinan kepada konsumen dalam menjalankan pilihan pangan halal yang tepat," tutur Irvan di sela-sela acara Pameran Food And Hotel Indonesia (FHI) 2023 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.
FHI 2023 menjadi platform yang ideal bagi Belfoods untuk berinteraksi langsung dengan para pengunjung, mitra bisnis, dan pelaku industri terkait. Dalam booth yang tergabung dalam booth Great Giant Foods (GGF), Belfoods memamerkan beragam produk unggulan yang telah dikembangkan dengan inovasi dan dedikasi tinggi, serta mengutamakan kualitas dan rasa.
"Kami sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam FHI 2023 dan berbagi inovasi terbaru kami dengan para pengunjung. Kami Percaya bahwa makanan dan minuman yang berkualitas tinggi dapat meningkatkan kualitas hidup dan memberikan pengalaman kuliner yang luar biasa," ujar Irvan.
Selain fokus pada kehalalan produk dan keberlanjutan, Sreeya juga berdedikasi untuk memajukan pertanian yang cerdas melalui konsep Smart Farm. Konsep ini merupakan solusi Sreeya dalam mengkombinasikan Internet of Things (IOT) dan data sensor dengan data analytic serta machine learning untuk memantau secara konsisten kebutuhan, kesehatan, dan perilaku ternak di kandang closed-house para mitra.
Sistem ini memungkinkan pemantauan yang konsisten dan kontinu atas lingkungan serta secara otomatis mengoptimalisasikan kipas untuk memenuhi lingkungan kandang yang nyaman bagi ayam.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Great Giant Foods Siap Pasok 10.000 Ekor Sapi
Sreeya juga menggandeng peternak lokal untuk menggunakan sensor canggih dan data analitik ini untuk memastikan penggunaan sumber daya yang tepat dan meningkatkan kualitas hasil ternak mereka. Sistem ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peternak dengan efisiensi dan produktivitas yang lebih baik, tetapi juga memastikan keamanan pangan dengan teknologi yang lebih tinggi untuk konsumen.
Dengan langkah-langkah inovatif di atas, Sreeya siap menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi industri pangan halal dan memenuhi kebutuhan komunitas Muslim di seluruh dunia. Sreeya juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam mewujudkan visi ini.
"Saat ini, kami sedang membentuk masa depan industri pangan halal, menggabungkan teknologi blockchain dan praktik pertanian cerdas untuk menjamin kepercayaan, Transparansi, dan keberlanjutan dalam setiap hidangan," tutup Irvan.
Berita Terkait
-
Internasional Food & Hotel Indonesia 2023, Beragam Produk Olahan Kelapa Dibawa Mendunia
-
Majukan Petani Indonesia, GGF Hadir di Pameran Food and Hotel Indonesia 2023
-
HSI Buka Jalan Menuju Pertumbuhan Produk Halal dan Ekonomi Syariah di Indonesia
-
Bea Cukai Kenalkan Kode 952 untuk Kodifikasi Produk Halal Ekspor
-
Miris, Ekspor Produk Halal Dikuasai AS, Masyarakat Ekonomi Syariah DIY Serukan Konsolidasi
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
4 Rekomendasi Physical Sunscreen yang Mudah Dibilas, Mulai Rp70 Ribuan
-
13 Ide Jualan Bulan Puasa Kekinian, dari Takjil hingga Kue Kering
-
Apa Perbedaan Financial Freedom vs Financial Independence? Simak Penjelasannya
-
Bukan Sekadar Tren: Kenapa Skincare 'Clinically Created' Jadi Kunci Menang di Tengah Kompetisi Ketat
-
Jadwal Awal Puasa Ramadan 2026 di Berbagai Negara, Indonesia Beda dengan Arab Saudi
-
5 Olahraga yang Cocok saat Puasa, Tetap Bugar Anti Dehidrasi
-
Makan Apa saat Sahur agar Tidak Cepat Lapar? Ini Kunci agar Puasa Kuat Seharian
-
Apa Ciri-ciri Tidak Cocok Memakai Sunscreen? 10 Tanda yang Harus Diwaspadai
-
Apakah Pakai Obat Kumur Membatalkan Puasa? Ini 5 Rekomendasinya
-
Terpopuler: Lipstik Matte yang Nyaman Dipakai saat Puasa, Amalan Wanita Haid