Suara.com - Pelecehan seksual diduga telah terjadi dalam proses penyelenggaraan Miss Universe Indonesia 2023. Sejumlah finalis bahkan telah melapor ke polisi atas tuduhan pelecehan seksual pada saat mengikuti proses body checking.
Dalam pernyataannya salah satu peserta kontes kecantikan itu yang berinisial R membeberkan jika dirinya diminta untuk berpose vulgar dengan kondisi bugil di depan banyak orang.
Apa sebenarnya proses body cheching? Apa iya sampai harus telanjang untuk melakukannya?
Secara umum, body cheching adalah proses pengecekan tubuh. Dikutip dari Healthline, pengecekan tubuh itu melibatkan pemeriksaan, pengukuran, atau pemantauan sesuatu yang berhubungan dengan tubuh, biasanya berat, ukuran, hingga bentuk tubuh.
Pemeriksaan tubuh dalam jumlah tertentu sebenarnya normal saja dilakukan. Tapi itu bisa menjadi masalah jika perilakunya kompulsif dan mengganggu kemampuan orang yang diperiksa untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Seseorang mungkin berisiko lebih tinggi melakukan pemeriksaan tubuh kompulsif jika mengalami gangguan makan, gangguan kecemasan, pandangan tubuh, maupun masalah kesehatan yang tidak akurat. Paparan media sosial juga dapat memperburuk masalah.
Body checking itu aktifitas yang umum dilakukan di antara orang-orang dari semua jenis kelamin. Tetapi sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa bagi beberapa orang, body checking cenderung menyebabkan ketidakpuasan tubuh, tidak peduli bagian tubuh mana yang sedang dipantau.
Meta-analisis 2018 menunjukkan bahwa body checking kompulsif dapat membuat beberapa orang merasa lebih tidak puas dengan tubuh mereka sendiri dan dapat memperburuk suasana hati mereka. Ini juga dapat menyebabkan pandangan yang tidak akurat atau tidak realistis tentang berat dan bentuk tubuh.
Misalnya dalam pandangan pelaku, ukuran tubuhnya sangat gemuk, tetapi dalam pandangan orang lain tubuhnya sudah sangat kurus. Ia tidak bisa menerima nasehat untuk makan secara teratur, karena dirinya sendiri mengira sudah terlalu gemuk.
Baca Juga: Peserta Miss Universe Indonesia 2023 Diminta Telanjang, Bagian Vitalnya Disentuh-sentuh
Mereka takut makan, karena berpikir bahwa makanan bisa menambah berat badan dan memicu respons ancaman seperti tubuh mereka tidak sempurna dan meningkatkan rasa takut berkelanjutan untuk makan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan