Suara.com - Heboh suami Pedangdut Nella Kharisma, Dory Harsa uring-uringan karena 3 bulan tidak berhubungan seks akibat istrinya konsumsi Pil KB atau alat kontrasepsi, sehingga menstruasi tidak berhenti. Kira-kira, normal nggak ya seperti itu?
Pengalaman ini diceritakan langsung pelantun Gubuk Asmoro itu di kanal YouTube pribadinya, bahwa tidak kurang dari 3 bulan dirinya mengalami menstruasi setelah konsumsi pil KB usai melahirkan anak keduanya.
"Aku konsumsi pil KB itu bulan Mei. Habis konsumsi pil KB, mens terus sampai sekarang. Dan suamiku marah-marah," ujar Nella Kharisma sambil tertawa, Rabu, 9 Agustustus 2023.
Meski begitu, Dory sadar harus memperhatikan kesehatan istrinya. Inilah sebabnya lelaki pemain kendang di panggung musik dangdut itu berkelakar kerap jadi zombi di malam hari.
"Kok bisa uring-uringan? Nggak uring-uringan, tapi aku tahu keadaannya karena memang harus seperti itu. Jadi ya, malam menjelang tahu-tahu aku bisa langsung jadi zombi. Ya, kamu paham sendiri kan," ungkap Dory.
Melansir Medical News Today, Kamis (9/8/2023) satu periode menstruasi bisa berlangsung lebih lama daripada biasanya, salah satunya disebabkan karena alat kontrasepsi seperti pil KB.
Tidak hanya pil KB, alat kontrasepsi seperti IUD yang dimasukkan dalam rahim bisa mencegah kehamilan. IUD ada dua macam, yakni hormonal dan nonhorkonal, tapi kedua jenis ini bisa menyebabkan pendarahan abnormal atau abnormal yang keluar dalam bentuk darah menstruasi.
Selain itu pendarahan berat atau menstruasi tidak teratur juga sangat umum dialami perempuan yang baru pertama kali mengonsumsi pil KB atau alat kontrasepsi. Tapi pada banyak kasus pendarahan yang banyak umumnya akan hilang setelah 3 hingga 6 bulan kemudian.
Tidak hanya itu pil KB hormonal seperti yang dikonsumsi Nella Kharisma juga bisa mengubah kadar hormon alami tubuh. Meski umumnya pil KB ini digunakan untuk mempersingkat dan mengatur periode menstruasi, tapi efeknya bisa menyebabkan periode menstruasi yang lebih berat dan lebih lama daripada biasanya.
Baca Juga: Jawaban Buat Kamu yang Penasaran Kenapa Cewek Sensitif Menjelang Haid!
Periode abnormal ini biasa terjadi selama beberapa bulan pertama minum obat hormonal baru. Tapi jika setelah beberapa bulan menstruasi terlalu lama atau menganggu, lebih disarankan berkonsultasi dengan dokter terkait alat kontrasepsi.
Apalagi beberapa dokter umumnya merekomendasikan jenis pil KB hormonal yang berbeda, seperti diminta beralih dari pil progestin saja ke pil yang juga mengandung estrogen, atau bisa jadi menyarankan merek yang berbeda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Deathstalker: Hadir dengan Petualangan Pahlawan Barbar Melawan Penyihir!
-
Intip Spesifikasi Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro yang Tampil Lebih Maskulin di GIIAS 2026
-
Pasar Modal Indonesia Mulai Pulih, Ini Buktinya
-
Harga Motor Listrik Honda, Simak Perbedaan ICON e: vs EM1 e: vs CUV e:
-
Siswa Sekolah Rakyat Makassar Borong Medali di Tiga Ajang Bergengsi
-
3 Rekomendasi Sepatu Gumi Paling Worth It untuk Lari, Produk Lokal Harga Bersahabat
-
Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham
-
Kisah Sitti Fatimah Dorong Anaknya ke Laut Saat KMP Mutiara Sentosa Terbakar
-
Tips Memilih Smartwatch GPS untuk Trail Running, Ini 4 Rekomendasi Terbaiknya