Suara.com - Selebgram Virly Virginia yang kini namanya terseret kasus produksi pornografi terus menjadi perhatian. Rupanya, sebelum menjadi pemeran, terkait film bokep alias pornografi sendiri sudah tidak asing baginya.
Pasalnya, Virly Virginia mengaku, dirinya sudah terpapar film bokep sejak masih sekolah dasar (SD). Dalam ceritanya, ia mengaku pernah menonton film bokep bersama teman-temannya melalui komputer.
"Pertama kali aku nonton bokep kelas 6 SD. Dan itu rame-rame satu kelas di rumah aku. Masih pake komputer lagi," cerita Virly Virginia dalam YouTube JudoTwins yang tayang beberapa waktu lalu.
Meski demikian, kala itu dirinya belum bernafsu dengan tayangan film bokep. Namun, sejak SD itu ia sudah menyaksikan film bokep. Bahkan, ia mengaku telah berhubungan seks pertama kali di usianya 18 tahun.
"Gue nih lepas perawan itu umur 18 tahun. Selesai SMA baru hilang (perawan)," kata Virly Virginia.
Kebiasaan menonton film bokep sejak kecil seperti yang dilakukan Virly Virginia pada dasarnya bahaya. Pasalnya, jika anak sudah terpapar film bokep sejak kecil, dapat membuatnya menjadi kecanduan.
Bahkan, anak bisa menjadi pelaku pelecehan seksual, depresi, atau penyimpangan lainnya. Oleh sebab itu, sebisa mungkin dari keluarga, khususnya orang tua menjaga anaknya agar tidak terpapar film bokep.
Melansir Aleteia, psikolog anak Jim Schroeder menjelaskan, anak bisa saja terpapar pornografi dari berbagai hal. Apalagi, seiring perkembangannya akan banyak peluang anak terpapar pornografi. Bahkan, anak bisa terpapar pornigrafi karena sebuah insiden.
Untuk itu, ada tiga hal penting yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah anaknya terpapar film bokep di antaranya sebagai berikut.
Baca Juga: Daftar Tarif Artis Film Porno di Indonesia, Enggak Nyangka!
1. Teknis
Cara pertama untuk mencegah anak terpapar film bokep yakni dengan memperhatikan teknis. Orang tua harus bisa mengurangi risiko teknis anak terpapar film bokep, misalnya mematikan wifi jika waktu bermain gadget sudah habis.
Pantau juga berbagai aktivitas media sosial anak di internet. Orang tua juga harus melihat berbagai situs yang anak kunjungi. Hal ini akan sangat berguna cegah anak terpapar film bokep.
2. Lingkungan
Selain teknis, faktor yang memengaruhi anak terpapar film bokep yaitu lingkungan. Orang tua harus bisa memperhatikan lingkungan pertemanan anak. Hal ini karena anak bisa saja terpapar film bokep dari temannya. Untuk itu perhatikan juga berbagai hal yang ditonton anak di lingkungannya sudah sesuai usianya.
3. Kognitif
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Limbah Makanan Menggunung, Ini Solusi Sederhana untuk Menguranginya
-
43 Link Resmi Cek Hasil SNBP 2026, Dibuka Hari Ini Pukul 15.00 WIB
-
Samarkan Pori-Pori, Mending Pakai Setting Powder atau Loose Powder? Ini Kata MUA
-
Strategi 'Borong Berkah', Intip Cara Platform Digital Ini Gerakkan Ekonomi UMKM di Bulan Ramadan
-
Rayakan Jumat Agung Pakai Baju Apa? Ini 2 Warna Baju yang Direkomendasikan
-
Clara Shinta Sudah Menikah Berapa Kali? Viral Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami
-
5 Rekomendasi Parfum Pria Aroma Woody yang Tahan Lama untuk Aktivitas Harian
-
Update Harga BBM Hari Ini 31 Maret 2026: Pertalite sampai Pertamax
-
Promo Alfamart Kebutuhan Dapur Akhir Maret 2026: Beras, Mie Instan, dan Kecap Manis Lebih Hemat
-
Belajar dari Kisah Bocah Merauke Bernama Libo: 5 Cara Sederhana Menumbuhkan Jiwa Sosial Sejak Dini