Karena terus ditekan, Ida akhirnya mencoba bertahan menjadi istri dari seorang wanita. Di sisi lain, Nardinata mengaku akan memberikan kehidupan yang layak untuk Ida.
Tiga bulan setelah bulan madu, Nardinata membelikan Ida rumah di bilangan Pakuwon City Surabaya. Beberapa bulan kemudian, Ida membuka toko spare part mobil mewah dengan modal dari Nardinata.
Namun hanya berjalan beberapa bulan, Ida tiba-tiba dilabrak oleh seorang perempuan inisial EM yang mengambil paksa pakaian milik Nardinata serta merebut sebuah mobil. Belakangan diketahui, EM adalah teman dekat dari Nardinata. Sejak saat itu, Ida sering bertengkar, bahkan Nardinata melakukan kekerasan kepadanya.
Ida mengaku pernah diancam agar tak melaporkan kekerasan yang dia alami ke polisi. Nardinata sesumbar bahwa dia adalah orang yang kebal hukum karena berasal dari keluarga konglomerat.
Kekerasan itu terus Ida alami dari Nardinata. Bukan hanya fisik, tapi juga kekerasan seksual. Hingga pada akhirnya karena sudah tak sanggup lagi, Ida melaporkan suaminya ke Polda Jatim pada 2002 dengan dugaan penipuan, pemalsuan identitas dan penganiayaan.
Buntut dari laporan itu, Nardinata minta semua sparepart dagangan toko Ida untuk dikembalikan. Dia bahkan berjanji akan menggantinya dengan uang Rp50 juta. Namun hingga kini uang itu tak pernah Ida terima.
Rumah dari Nardinata yang Ida tempati juga akhirnya dijual berbekal sertifikat baru atas nama orang lain. Padahal sertifikat asli aset itu masih berada di tangan Ida.
Nardinata juga melaporkan Ida ke polisi atas dugaan penyerobotan rumah. Ida lantas divonis bersalah dan dihukum percobaan selama 6 bulan.
Laporan Polisi Ida Tak Pernah Digubris
Baca Juga: Kasusnya Tak Ada Kejelasan, Ida Susanti Menangis Meminta Tolong Presiden Jokowi
Di sisi lain, laporan Ida di Polda Jatim tanggal 8 Agustus 2002 tak pernah digubris. Padahal Ida sudah menyerahkan bukti KTP dan akta kelahiran palsu, serta foto-foto prosesi tukar cincinnya bersama Nardinata.
Sejak tahun 2002, Ida terus melengkapi bukti-bukti penipuan yang dilakukan Nardinata. Salah satu bukti adalah KTP Nardinata yang berjumlah tiga dengan identitas berbeda-beda.
Ida juga menduga Nardinata tak hanya menipu dan menikahinya saja, tapi mengawini perempuan lain dengan bekal identitas palsu.
Karena bukti itulah Polda Jatim menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Nardinata pada 19 Juli 2007. Tapi setelah itu, laporan Ida kembali mandek. Nardinata tak kunjung ditangkap, bahkan polisi malah menyuruh Ida meringkus sendiri suaminya itu.
Bertahun-tahun Ida menunggu pengusutan kasus. Hingga pada tahun 2021, Ida kembali mendatangi Polda Jatim untuk menanyakan kelanjutan laporannya. Namun polisi beralasan berkas-berkas laporan Ida hangus ketika kejadian kebakaran gedung di Mapolda pada 2014.
Ida kemudian mulai mencari keadilan, salah satunya melalui media sosial TikTok. Kasusnya mulai viral dan jadi perhatian publik. Ida bahkan memohon kepada Presiden Jokowi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit serta Menko Polhukam Mahfud MD untuk turun tangan mengatasi kasus yang dialaminya.
Berita Terkait
-
Kasusnya Tak Ada Kejelasan, Ida Susanti Menangis Meminta Tolong Presiden Jokowi
-
Muncul Usulan Jokowi Jadi Ketum PDIP Gantikan Megawati, Begini Reaksi Hasto
-
PBB Pinang Gibran Jadi Cawapres Prabowo, Puan Maharani Bereaksi
-
Ida Susanti Sengaja Viralkan Kasusnya yang Dinikahi Perempuan, Polda Jatim Angkat Bicara
-
Prabowo Tegaskan Tidak Mau Diadu Domba dengan Jokowi
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Cantik: Mengapa Privasi Menjadi 'Kemewahan' Baru dalam Perawatan Estetika
-
Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita
-
7 Pilihan Sepeda Gunung 26 Inch yang Paling Worth It Mulai Rp1 Jutaan, Gowes Enteng Banget
-
Silent Book Club: Ditemani Tanpa Kehilangan Ruang untuk Diri Sendiri
-
65 Persen Lembaga Keuangan Sudah Pakai AI, Apa Keuntungannya Buat Kita?
-
Jadi Tulang Punggung Ekonomi, UMKM Juga Penggerak Akses Keuangan di Masyarakat
-
Tren Bold Flavor, Toast Hitam dengan Sentuhan Gochujang hingga Buldak Ikut Meramaikan
-
5 Bedak Viva Cosmetics untuk Usia 45 Tahun ke Atas: Formula Ringan, Hasil Natural
-
Lebih Tahan Lama Lip Tint atau Lip Cream? Ini 5 Rekomendasinya yang Awet
-
Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari? Perusahaan yang Diisukan PHK Massal 80 Persen Karyawan