Lifestyle / Komunitas
Selasa, 10 Oktober 2023 | 16:50 WIB
Suasana pertokoan yang tutup di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (19/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Belum lama ini heboh penutupan TikTok Shop karena dipenuhi produk dari China yang merusak ekosistem penjualan toko offline Indonesia. Kini heboh pedagang Tanah Abang ingin ecommerce atau situs belanja online ditutup.

Akibat permintaan ini Tanah Abang viral di Twitter, bahkan sebagian besar netizen tidak setuju dengan aspirasi ini, apalagi diakui banyak orang menemui kendala saat berbelanja ke pasar Tanah Abang, salah satunya pungutan liar (pungli) saat parkir kendaraan.

"Kita sih agak kurang setuju ya kombinasi media sosial aama e-commerce cuman gara-gara Tanah Abang sepi, karena realitanya kalau belanja disana tuh ya kaya gini (ada Pungli)," tulis @PolJokesID, dikutip suara.com, Selasa (10/10/2023).

Dalam cuitan akun tersebut dilampirkan juga salah satu keluhan netizen yang berkunjung ke Pasar Tanah Abang, salah satunya di wilayah parkir resmi tetap dimintai biaya tambahan petugas parkir di wilayah pasar tersebut.

"Pas pertama mau parkir ada oknum yang narikin parkir liar ditarik Rp 35 ribu, no tawar-tawar. Padahal udah bayar parkir resmi juga yang pakai tiket," ujar salah satu akun facebook centang biru yang dilampirkan @PolJokesID.

"Akhirnya, nggak jadi parkir di dalam dan nyoba parkir di luar area. Eh di sini malah parah lagi, dimintai Rp 50 ribu dong per mobil, Kalau gini, siapa yang mau belanja di sini. Giliran sepi, teriak-teriak, nyalahin e-commerce, lucu," keluh akun tersebut lagi.

Akibat fenomena parkir liar di Pasar Tanah Abang ini yang dituding membuat orang malas belanja ke pasar offline. Alhasil, banyak netizen yang berharap pembahasan parkir liar bisa menjadi viral sehingga bisa kembali diurus dan dibenahi pemerintah.

"Mereka mengurus suatu hal kalau viral doang kan? Coba ini viralin lagi soal parkir liar, harusnya sih bakal diurus juga ya dalam waktu dekat," komentar @GALEONNNN.

Kios pedagang di Pasar Tanah Abang Blok G, Jakarta Pusat tutup karena sepi pengunjung. (Suara.com/Fakhri)

Namun terlepas dari pembahasan Pasar Tanah Abang, fenomena pasar offline sepi juga dialami nyaris seluruh pasar di Indonesia, karena murahnya produk yang dijual di TikTok Shop. Bahkan para pedagang kecil ini harus berhadapan dengan artis yang melakukan Live TikTok, yang punya privilege berupa followers yang banyak.

Baca Juga: Usai TikTok Shop, Kini Pedagang Tanah Abang Ngelunjak Minta Ecommerce Dihapus

"Nggak hanya Tanah Abang aja yang bikin Tiktok ditutup. Tapi banyak pasar-pasar di Indonesia, mungkin kelontongan depan rumah. Kalah sama  murahnya TikTok shop. Mau ngelive, kalah sama artis," ujar @NyaiiBubu.

Load More