S3 Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (2009)
Ditakdirkan Masuk Sekolah Hukum
Selama masa sekolah, Saldi Isra termasuk murid yang pintar. Dia mengambil jurusan fisika pada masa SMA. Sehingga mulanya ingin melanjutkan pendidikannya dalam pelajaran IPA dengan kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) atau masuk AKABRI.
Sayangnya, Saldi tidak lolos PMDK ke ITB maupun seleksi Sipenmaru pada 1988 untuk jurusan Geologi ITB. Setahun berikutnya, dia mengikuti UMPTN di ITB tahun 1989 namun kembali gagal. Dua kali gagal, akhirnya Saldi memutuskan merantau ke Jambi untuk mencari kerja. Usai merasa uang yang dimilikinya cukup untuk melanjutkan kuliah, ia kembali mencoba peruntungannya.
Pada 1990, ia kembali mendaftar UMPTN, namun jika sebelumnya ia memilih jurusan IPA, maka ia beralih menjadi IPC dengan pilihan jurusan yang beragam. Yakni, Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya, Jurusan Teknik Sipil Universitas Andalas, dan Jurusan Ilmu Hukum Universitas Andalas.
Saldi merasa kalau pilihan jurusan hukum hanya sekadar tambahan untuk mengisi jurusan IPS. Rupanya, pilihan itu lah yang berhasil dia tembus. Saldi dinyatakan lolos UMPTN pada jurusan yang dia sendiri tidak duga sebelumnya, yakni Ilmu Hukum.
Hampir Gagal Kuliah Hukum
Sepulangnya ke kampung halaman, berita lolosnya Saldi sebagai Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas tidak langsung disambut baik oleh orang tuanya. Keluarga menginginkannya tetap bekerja untuk menyokong perekonomian. Akan tetapi, ia berhasil meyakinkan keluarganya bahwa kuliahnya nanti tidak akan memberatkan perekonomian keluarga.
Saldi pun tetap bekerja dengan mengajar di Madrasah Aliyah dekat dengan kampung halamannya.
Baca Juga: Keistimewaan Usia 40 Tahun Dalam Islam, Memang Waktu yang Tepat Untuk Jadi Pemimpin?
Dikutip dari situs MK, Saldi merasa kalau menjadi mahasiswa Fakultas Hukum benar-benar pengalaman baru baginya. Jika sebelumnya, ia lebih familiar dengan rumus-rumus matematika dan fisika, kala itu ia harus banyak membaca dan menulis. Ia tetap tekun menjalani masa perkuliahannya sebagai mahasiswa fakultas hukum hingga lulus dengan nilai Indeks Prestasi Semester 3,86.
Saat itu, Saldi menjadi lulusan terbaik di Fakultas Hukum Universitas Andalas. Dia pun langsung dipinang untuk menjadi dosen di Universitas Bung Hatta hingga Oktober 1995 sebelum akhirnya berpindah ke Universitas Andalas, Padang.
Bercita-Cita Jadi Hakim Konstitusi
Menjadi hakim di Mahkamah Konstitusi rupanya telah jadi cita-cita bagi Saldi. Mulanya, dia membuat target untuk mendapatkan posisi itu setelah usia 55 tahun. Tapi rupanya, impiannya lebih cepat terwujud. Saldi mampu menjadi Hakim Konstitusi sejak usianya masih 48 tahun pada 2017.
Rupanya ada peran Mantan Ketua MK Mahfud MD, kini Menteri Hukum dan HAM, yang mendorong Saldi mau mendaftar jadi hakim MK pada saat itu.
"Pak Mahfud pernah mengatakan ‘Mas, kalau Anda tetap tidak mau daftar, Anda sebetulnya tidak mau membuka jalan untuk generasi baru di MK. Nah, itu beberapa pertimbangan saya," ungkap Saldi, menirukan ucapan Mahfud MD.
Pada akhirnya, dia terpilih menjadi hakim konstitusi hingga saat ini memegang jabatan Wakil Ketua MK. Saldi berharap, keberadaannya di MK dapat memberikan sumbangsih bersama dengan hakim konstitusi lainnya untuk mengembalikan muruah MK.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9
-
Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run