Suara.com - Indonesia kerap kali disebut-sebut sebagai Konoha yang merupakan nama desa fiksi dalam serial anime Naruto Shippuden. Sebutan Indonesia sebagai Konoha kadang diucapkan sebagai lelucon atau sindiran yang dilakukan oleh warganet di media sosial.
Namun dalam perkembangannya, tak sedikit warga yang melakukan cocoklogi mengenai kondisi perpolitikan Indonesia dengan situasi yang terjadi di Konoha.
Bahkan, sejumlah tokoh dalam serial anime Naruto itu memiliki kemiripan dengan tokoh politik yang ada di Indonesia.
Seperti apakah kesamaan Indonesia dengan Konoha? Berikut ulasannya.
Kesamaan pemimpin negara
Indonesia dan Konoha disebut-sebut memiliki kemiripan dalam hal pemimpinnya. Sama seperti Indonesia, Konoha juga telah berganti Hokage (pemimpin desa) sebanyak 7 kali.
Hokage pertama yakni Hashirama Senju merupakan pendiri Konoha yang dianggap mirip dengan presiden pertama Indonesia, Soekarno.
Hokage Konoha kedua, Tobirama disebut mirip Soeharto karena membenci klan Uchiha, sebagaimana Soeharto membenci Partai Komunias Indonesia (PKI).
Sementara Hokage ketiga, Hiruzen Sarutobi mirip dengan BJ Habibie yang sama-sama memiliki kecerdasan di atas rata-rata.
Baca Juga: Koalisi Indonesia Maju Dinilai Rasional Usai Pilih Gibran Sebagai Cawapres Prabowo Subianto
Lalu Hokage ke empat adalah Minato Namikaze relamelepas jabatan demi perdamaian, sehingga disebut mirip dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) presiden Indonesia ke empat.
Hokage kelima,yakni Tsunade mirip dengan Megawati Soekarnoputri, yang sama-sama keturunan pemimpin pertama.
Lalu Hokage keenam, yakni Kakashi Hatake mirip dengan Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan bagian dari pasukan militer.
Kemudian Hokage Konoha ketujuh adalah Naruto Uzumaki yang mencoba menciptakan perdamaian dengan negara lain, disebut mirip dengan Presiden Joko Widodo.
Awalnya bersaing lalu menjadi kawan
Kondisi perpolitikan Indonesia lainnya yang disebut-sebut mirip dengan Konoha adalah bagaimana cara para pemimpinnya mempertahankan kekuasannya.
Berita Terkait
-
Media Vietnam Akui Doan van Hau adalah Aktor di Balik Rusaknya Karier Evan Dimas
-
Prabowo Hadiri Rapimnas Gerindra, Konsolidasi Mantapkan Dukungan Duet dengan Gibran
-
Koalisi Indonesia Maju Dinilai Rasional Usai Pilih Gibran Sebagai Cawapres Prabowo Subianto
-
Viral Ledekan Warganet ke AHY: Liat Noh Anak Tetangga Udah Jadi Cawapres
-
Amar Brkic Sebut Bima Sakti Jenaka, Netizen: Personel Warkop DKI
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS