Suara.com - Presiden Jokowi kembali memberi gelar Pahlawan Nasional bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November. Salah satunya yang berasal Jepara. Berikut jejak sejarah Ratu Kalinyamat.
Ratu Kalinyamat adalah pemimpin sekaligus pejuang asal Jepara. Eksitensinya dalam memperjuangkan kedaulatan Indonesia melalui maritim tak bisa dianggap remeh.
Sosoknya sangat dihormati di Tanah kelahirannya, Jepara, bersamaan dengan dua tokoh pejuang lainnya, yaitu RA Kartini dan Ratu Shima.
Jejak Sejarah Ratu Kalinyamat
Ratu Kalinayamat adalah putri dari Raja Demak, Sultan Trenggana. Nama aslinya adalah Ratna Kencana. Ia dikenal sebagai sosok yang tangguh dan salah satu tokoh maritim di Indonesia.
Ratu Kalinyamat menikah dengan pria asal luar Jawa yang kemudian mendapat gelar Pangeran Hadiri.
Pasangan ini memimpin Jepara hingga pada suatu hari Pangeran Hadiri dibunuh oleh utusan Arya Penangsang.
Ratu Kalinyamat kemudian melanjutkan memerintah Jepara sebagai bupati seorang diri dan berhasil menjadikan Jepara sebagai wilayah yang kuat dari segi kemaritiman.
Peran Ratu Kalinyamat dalam melawan penjajah tak perlu diragukan lagi. Wanita tangguh ini berulang kali maju ke medan perang untuk mengusir Portugis.
Baca Juga: 6 Tokoh yang Diberi Gelar Pahlawan Nasional oleh Jokowi: Ratu Kalinyamat Satu-satunya Wanita
Sejarah menyebut Ratu Kalinyamat pernah melawan Portugis di Malaka dan Maluku sebanyak empat kali, yaitu:
- Tahun 1551 Ratu Kalinyamat bersama Johor menyerang Portugis dengan mengirim pasukan ke Malaka.
- Tahun 1564-1565 Ratu Kalinyamat mengirim bala bantuan ke Hitu untuk menyelamatkan pasukannya.
- Tahun 1568 Ratu Kalinyamat mengutus pasukan untuk bertempur di Malaka.
- Tahun 1568 adalah kali terakhir Ratu Kalinyamat mengirim pasukan ke Malaka untuk berperang melawan Portugis.
Aksi heroiknya melawan penjajahan sangat menginspirasi sehingga kini jasanya sangat pantas diapresiasi dengan mendapat gelar Pahlawan Nasional.
Selain itu, masih ada satu jasa lain yang masih bisa dikenang dari sosok Ratu Kalinyamat. Beliau adalah salah satu tokoh yang berperan penting dalam mengenalkan seni ukir khas Jepara.
Ketika Pangeran Hadiri masih memerintah Jepara, sang ayah angkat yang bernama Tjie Hwio Gwan mendapat kesempatan jadi patih dengan gelar Sungging Badar Duwung.
Beliau juga yang kemudian mengajarkan seni ukir pada warganya hingga sampai saat ini Jepara sangat mahsyur akan seni ukir yang terkenal bahkan hingga luar negeri.
Ratu Kalinyamat juga mendirikan masjid Mantingan pada 1559 dan jejak sejarah seni ukirnya masih bisa dilihat di makam Ratu Kalinyamat di Masjid Mantingan.
Demikian jejak sejarah Ratu Kalinyamat, Pahlawan Nasional yang baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Kontributor : Rima Suliastini
Berita Terkait
-
Kisah Perekam Momen Proklamasi Indonesia, Mendur Bersaudara yang Belum Diberi Gelar Pahlawan Nasional
-
Hadir di TMP Kalibata, Amran Sulaiman Ajak Masyarakat Indonesia Jaga Semangat Pahlawan
-
6 Tokoh yang Diberi Gelar Pahlawan Nasional oleh Jokowi: Ratu Kalinyamat Satu-satunya Wanita
-
Kenapa 10 November Diperingati Hari Pahlawan Setiap Tahun?
-
5 Sosok Pahlawan di Gambar Doodles Presiden Jokowi Hari Ini, Siapa Saja?
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil