Suara.com - Konsumsi beras merah di Indonesia saat ini mengalami peningkatan, seiring tingginya kesadaran masyarakat akan kesehatan. Selain baik dikonsumsi untuk menjaga pola makan, beras merah juga menyimpan segudang manfaat lain untuk kesehatan tubuh.
Sayangnya, tak sedikit orang yang mengeluhkan soal rasa dan tekstur beras merah. Saat sudah menjadi nasi, beras merah tidak pulen seperti beras putih, dan lebih hambar. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat biasa mencampur beras merah dan beras putih.
Terkait hal tersebut, Prof. Dr.Ir Ali Zu Mashar, Peneliti & Petani Indonesia mengungkapkan bahaya mengonsumsi beras merah yang dicampur beras putih. Menurutnya, khasiat dari beras merah akan hilang jika dicampurkan dengan beras putih.
Sebab, beras putih memiliki karbohidrat dan gula tinggi. Sementara, orang yang mengonsumsi beras merah rata-rata karena kandungan gulanya yang rendah. Sehingga kata dia, lebih baik untuk memasak beras merah murni.
"Nasi putih karbohidrat tinggi, terus gulanya lumayan tinggi. Beras putih serat, tapi kalau diabetes kurang membantu. Mending beras merah murni langsung dikonsumsi," kata dia.
Prof Ali yang telah meneliti berbagai varietas beras merah selama belasan tahun ini pun mengungkap jika beras merah juga mengandung protein dan serat yang tinggi. Termasuk varietas beras merah yang ia temukan di labnya yang dinamakan Trisakti Golden yang kini dikembangkan untuk produk beras merah Dailymeal Rice.
Beras merah inovasi Prof Ali juga tidak seperti beras merah kebanyakan karena karena rasanya nikmat dan pulen yang membuatnya menjadi pilihan utama bagi mereka yang menginginkan manfaat kesehatan nasi merah dengan pengalaman makan yang hampir setara dengan nasi putih.
"Saya mencari berbagai sumber dari genetik tanaman padi, akhirnya ketemu munculah satu dari jutaan benih yang memiliki karakter istimewa. Bahkan beras merah ini kalau ditanam secara organik menjadi lebih baik dan produktif," pungkasnya.
Menurutnya, beras merah dari padi Trisakti Golden juga dapat menyelamatkan generasi dari stunting, sebab bisa dimakan sejak bayi hingga lansia. Dengan protein yang empat kali lebih tinggi dari beras merah lain, kecukupan kebutuhan protein dapat terpenuhi.
Baca Juga: Cocok untuk Segala Usia, Ini 3 Manfaat Secara Fisik dan Psikis Menggeluti Beladiri Jujitsu
"Hanya tinggal tambahkan lauk untuk protein dan sayur, tidak terlalu sulit untuk mengejar kecukupannya karena di dalam berasnya sendiri protein dan seratnya sudah tinggi," tutur Prof Ali.
Saat ini Dailymeal Rice sendiri memiliki varian tidak hanya nasi merah, ada juga nasi singkong, nasi jagung, dan akan lebih bervariasi lagi kedepannya. Prof Ali menyatakan, ketahanan pangan suatu negara menjadi krusial dalam menjaga stabilitas dan kemandirian.
Dengan sumber daya pangan yang melimpah, Indonesia seharusnya dapat membangun fondasi sebagai negara adidaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun