Suara.com - Di tahun 2023 ini, Taylor Swift dinobatkan sebagai penyanyi wanita paling populer setelah konsernya yang bertajuk "The Eras Tour" meraih rekor sebagai konser dengan pendapatan tertinggi di dunia.
Popularitasnya ini kemudian membuat Universitas Harvard mengangkatnya sebagai mata kuliah baru di tahun 2024 mendatang.
Mata kuliah yang bertajuk 'Taylor Swift and Her World' ini dikabarkan akan membahas karya-karya Tailor Swift yang berhubungan dengan sastra.
Dikutip dari laman Harvard University, Stephanie Burt, salah satu profesor di Universitas Harvard yang akan memberikan kuliah tersebut, menjelaskan bahwa mata kuliah tersebut akan membahas bagaimana musik beserta lirik sekaligus video klip Taylor Swift mempengaruhi generasi muda, serta dampaknya terhadap budaya dan sosial di masyarakat.
Taylor Swift sendiri dikabarkan sudah menyetujui dan merasa antusias dengan mata kuliah baru ini. Bahkan, kabarnya ia juga akan terlibat dalam materi kuliah yang akan diberikan.
Tak hanya di Universitas Harvard, mata kuliah Taylor Swift juga akan diberikan di Universitas Florida, yang bertajuk "Musical Storytelling With Taylor Swift and other Iconic Female Artists".
Mata kuliah Taylor Swift di Universitas Florida ini akan disampaikan oleh profesor Milena Jimenez. Menurut sang profesor, mata kuliah ini menjadi menarik karena bertujuan untuk menginspirasi mahasiswa untuk menjadi sukses.
Sedikit berbeda dengan materi yang diberikan di Universitas Harvard, di Universitas Florida ini nantinya akan lebih banyak mengupas tentang diskogradi Taylor Swift.
Fokusnya adalah bagaimana Taylor Swift bekerja dalam menulis lagu hingga menjadi musisi perempuan paling tenar di dunia.
Baca Juga: Ulasan Film The Eras Tour, Film Dokumenter Konser dari Taylor Swift
Fenomena artis dijadikan mata kuliah ternyata sudah sering dilakukan di beberapa kampus ternama di dunia. Sebelumnya ada Harry Styles menjadi mata kuliah di Universitas Texas State, Nicky Minaj di UC Berkeley, dan Bad Bunny di San Diego State.
Kira-kira kalau di Indonesia, artis siapa yang layak dijadikan mata kuliah, ya?
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi