Hamish Daud viral belakangan ini setelah mencuat dugaan bahwa ia tidak membayar karyawan yang bekerja di perusahaan Octopus miliknya. Kabar miring tersebut tersebar di media sosial X setelah akun @muthiastp mengunggah cuitan berkaitan dengan hal tersebut.
“Hamish Daud diduga ga bayar karyawannya. Octopus itu platform yang dibangun Hamish Daud sama temen-temennya buat ngumpulin sampah bekas pakai,” cuit akun tersebut dikutip pada Minggu, 24 Desember 2023.
Cuitan tersebut dilengkapi dengan unggahan beberapa tangkapan layar yang memperlihatkan komentar dari karyawan yang merasa upahnya masih belum dibayar oleh Hamish Daud.
Lantas, seperti apakah perusahaan Octopus milik Hamish Daud yang kini tengah viral tersebut? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Perusahaan Octopus Milik Hamish Daud
Sebagai salah satu upaya untuk daur ulang sampah, aktor Hamish Daud meluncurkan aplikasi Octopus di M Bloc Space, Jakarta, pada Rabu (29/6/2022). Dalam peresmian Octopoin sebagai bagian dari Octopus, warga Jakarta mendapatkan akses layanan daur ulang sampah plastik tersebut.
Octopus sendiri merupakan aplikasi yang mendukung ekonomi sirkular dan dapat membantu produsen dalam melacak dan mengumpulkan produk bekas konsumsi, baik itu yang bisa didaur ulang ataupun tidak.
Hamish Daud menjelaskan bahwa aplikasi tersebut adalah karya anak bangsa yang bisa diakses untuk memilah, mengumpulkan, dan mengelola sampah rumah tangga. Bergabungnya Hamish dalam pengembangan aplikasi ini mulanya karena ia diajak oleh pendiri Octopus.
Berdasarkan penjelasannya, aplikasi ini dibuat untuk membantu mengatasi permasalahan sampah bekas konsumsi. Pengguna dapat mengirimkan kemasan bekas pakai untuk kemudian didaur ulang menjadi produk yang mempunyai nilai jual. Pihak Octopus pun menyediakan layanan penjemputan untuk kemasan pasca konsumsi melalui aplikasi.
Baca Juga: Lagi Asik Liburan, Hamis Daud Kena Sentil Diduga Gak Bayar Jerih Payah Pekerja Octopus
Tak hanya itu, Octopus juga menyediakan data yang akan berguna bagi industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dan memberikan solusi untuk industri kemasan. Pihak Octopus pun memastikan kualitas sampah yang mereka terima dijaga dengan baik agar mudah didaur ulang.
Lantas, apa menariknya aplikasi ini bagi pengguna? Jadi para pengguna aplikasi juga tidak hanya bisa ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Namun akan mendapatkan keuntungan dari setiap sampah yang dikumpulkan.
Nantinya, keuntungan tersebut bisa didapatkan dalam bentuk poin yang bisa ditukarkan di mitra-mitra yang bekerja sama dengan Octopus. Seperti pulsa, token listrik, diskon, hingga voucher makan di area restoran.
Dalam aplikasi Octopus terdapat cara untuk mengelola sampah tertentu, contohnya popok bekas dan kaca. Ada juga katalog khusus sampah elektronik untuk mempermudah masyarakat dalam membuang jenis sampah tersebut. Octopus juga menerima sampah elektronik berukuran kecil maupun besar.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Profil Hamish Daud, Diduga Tak Bayar Karyawan di Perusahaan Sampah Bekas
-
Hamish Daud Diduga Tak Bayar Gaji Pekerja, Intip Lagi Tas Mewah Raisa
-
Apa Itu Octopus? Platform Daur Ulang Sampah Milik Hamish Daud yang Diduga Tak Bayar Gaji Karyawan
-
Lagi Asik Liburan, Hamis Daud Kena Sentil Diduga Gak Bayar Jerih Payah Pekerja Octopus
-
Diduga Belum Bayar Gaji Karyawan, Hamish Daud Pernah Janjikan Pegawainya Dapat Rp10,4 Juta
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Terpopuler: 11 Kosmetik Berbahaya Ditarik BPOM, Rekomendasi Moisturizer di Bawah Rp50 Ribu
-
Apa Itu Domisili? Pahami Arti Kata dan Perbedaannya dengan Alamat KTP
-
5 Pilihan Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Praktis dan Nyaman Dipakai Sehari-hari
-
5 Rekomendasi Body Mist Wanita Tahan Lama, Wangi Fresh dan Soft Dipakai Seharian
-
Art Jakarta Gardens 2026 Pekan Seni Ruang Terbuka Resmi Dibuka
-
Promo Superindo Hari Ini 8 Mei 2026, Banjir Diskon Mi Instan dan Susu
-
7 Parfum Aroma Powdery yang Lembut Kayak Wangi Bayi, Mulai Rp30 Ribuan
-
Sekolah Baru 3 Tahun Bikin Kejutan, 5 Siswanya Raih Beasiswa Paling Bergengsi di RI
-
Siap-siap Transisi LPG ke CNG! Ini 4 Pilihan Kompor 2 Tungku yang Awet dan Aman
-
Makan Enak Tak Harus Mahal, Kini Menu Favorit McDonald's Hadir Mulai Rp 20 Ribuan