Suara.com - Sering membuat kontroversi terkait argumen dan perilakunya, tak sedikit orang yang mencari tahu sebenarnya sosok Arya Wedakarna dari partai apa. Hal ini lantaran dirinya dikenal sebagai salah satu anggota DPD Bali.
Terbaru, Arya sempat membuat video yang kini telah di-take-down, terkait komentar bernada tidak setuju jika petugas Bea Cukai di Bandara I Gusti Ngurah Rai menggunakan hijab. Tentu saja hal ini mendapat respon yang beragam dari publik sebelum kemudian video tersebut dihapus dari akunnya.
Siapa Sosok Arya Wedakarna Itu?
Memiliki nama asli Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa, sosoknya diketahui adalah kelahiran 23 Agustus 1980 . ia merupakan anggota DPD Bali pada periode 2014 hingga 2019, dan berhasil melangkah naik dengan hampir 180,000 suara. Pada pemilihan 2019, ia berhasil bertahan dengan total suara 742,781 dan menjabat hingga 2024 mendatang.
Mungkin beberapa dari Anda pernah melihat sosoknya di majalan Aneka, karena ia ternyata juga adalah seorang mantan model. Selain itu ia pernah pula berkarir sebagai penyanyi bersama Indra Bekti dan Roy Jordy, dalam grup vokal bernama FBI.
Di usia 27 tahun, ia dinobatkan sebagai Doktor Ilmu Pemerintahan Termuda di Indonesia. Setahun setelahnya, ia kembali dinobatkan sebagai Rektor Universitas Termuda di indonesia oleh MURI, karena berhasil memegang jabatan tersebut pada usia 28 tahun.
Menikah dengan Ida Ayu ketut Juni Supari, acara yang berlangsung pada 23 Agustus 2017 tersebut berlangsung meriah dan eksklusif. Tidak hanya karena tema yang diangkat memang demikian, namun juga karena venue pelaksanaannya dilakukan di Istana Mancawarna Tampaksiring, Gianyar, Bali.
Lalu Terafiliasi dengan Partai Apakah Sosok Kontroversial Ini?
Videonya yang menyatakan ketidaksetujuan pada tampilan petugas front office Bea Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai viral dan direspon berbagai hal oleh netizen. Meski kemudian di take-down, namun video ini bisa jadi sudah disimpan oleh banyak orang.
Baca Juga: Diduga Rasis, Arya Wedakarna Akhirnya Minta Maaf Usai Tak Izinkan Frontliner Gunakan Penutup Kepala
Publik juga bertanya-tanya sebenarnya dirinya anggota partai apa. Jika melihat pada informasi umum di laman Wikipedianya, ia pernah terafiliasi dengan PNI Marhaenisme pada tahun 2004 hingga 2013. namun demikian namanya tidak dapat ditemukan sebagai anggota atau pengurus partai lain sejak saat itu.
Itu tadi sekilas tentang jawaban Arya Wedakarna partai apa. Semoga menjadi artikel yang berguna untuk Anda, dan selalu bijak dalam menanggapi berbagai isu yang muncul ke permukaan di era serba digital sekarang ini.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Diduga Rasis, Arya Wedakarna Akhirnya Minta Maaf Usai Tak Izinkan Frontliner Gunakan Penutup Kepala
-
5 Kontroversi Arya Wedakarna, Tolak UAS di Bali sampai Sindir Frontliner Berhijab
-
Bikin Geram Warganet Gegara Hijab, Senator Bali Arya Wedakarna Dirujak Warganet
-
Keluhkan Diskriminasi Caleg Pekerja, Partai Buruh Ancam Kepung Kantor Bawaslu Dengan Massa Lebih Banyak
-
Demo Di Bawaslu, Partai Buruh Keluhkan Diskriminasi Caleg Pekerja
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik