Dua kereta api tersebut berangkat dari masing-masing stasiun lalu bertabrakan di tengah perjalanan. Sebanyak 20 orang tewas dan 100 lainnya mengalami luka-luka.
5. Kecelakaan KA Empu Jaya dan KA GBM Selatan
Pada tanggal 25 Desember 2001, sekitar pukul 04.30 WIB, KA Empu Jaya dengan nomor perjalanan 146 bertabrakan dengan KA Gaya Baru Malam Selatan dengan nomor perjalanan 153 yang trngsh menunggu bersilangan di jalur 3 emplasemen Stasiun Ketanggungan Barat, Brebes.
Tabrakan ini terjadi lantaran KA 146 melanggar sinyal untuk masuk stasiun Ketanggungan Barat yang beraspek merah (tanda kereta harus berhenti). Peristiwa tersebut menyebabkan sebanyak 31 orang tewas dan 53 lainnya luka berat termasuk masinis KA 146.
6. Kecelakaan KA Kertajaya dan KA Sembrani
KA 150 Kertajaya dan KA 40 Sembrani mengalami tabrakan di Stasiun Gubug, Grobogan, Jawa Tengah pada 15 April 2006 sekitar pukul 02.10 WIB. Dari laporan KNKT, kecelakaan ini terjadi di wesel empat sebelah timur stasiun.
KA Sembrani yang melaju dengan kecepatan normal 70 km/jam masuk ke dalam stasiun dari arah Semarang. Akan tetapi, ternyata terdapat KA Kertajaya di jalur yang dimasuki hingga menyebabkan masinis KA Sembrani melakukan pengereman darurat. Sementara itu, KA Kertajaya berusaha untuk mundur. Namun tabrakan pun tak terhindarkan. Sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
7. Kecelakaan KA Senja Utama dan KA Argo Dwipangga
Kecelakaan KA terparah pada 2 Oktober 2010, di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Kecelakaan ini dialami oleh kereta api penumpang, KA 172 Senja Utama dan KA 184 Argo Dwipangga, yang bertabrakan secara frontal. Akibatnya, sebanyak 36 orang dilaporkan tewas dan 90 orang luka-luka.
Baca Juga: Korban Meninggal dan Luka dalam Kecelakaan KA Turangga - KA Lokal Bandung Raya Peroleh Santunan
Kecelakaan tersebut disebabkan karena kesalahan dari masinis KA 172 yang melanggar sinyal merah dan menerobos masuk ke jalur berlawanan dengan KA 184.
8. Kecelakaan KA Batu Bara dan Truk Tangki
Kecelakaan KA terparah selanjutnya terjadi pada 9 Oktober 2013, di Banyumas, Jawa Tengah. KA 4502 yang mengangkut batu bara, menabrak sebuah truk tangki yang melintas di sebuah perlintasan tanpa palang pintu.
Akibatnya, sebanyak 7 orang tewas dan 4 orang lainnya luka-luka. Kecelakaan tersebut disebabkan oleh kelalaian dari sopir truk tangki yang tak memperhatikan sinyal kereta api dan berusaha menyeberang saat Ka Sudah mendekat.
9. Kecelakaan KRL Vs Tangki Pertamina
Pada tanggal 9 Desember 2013, KRL tujuan Tanah Abang menabrak sebuah truk tangki Pertamina yang mengangkut 24 ribu liter BBM premiun. Truk tangki ini mogok di tengah rel. Adapun kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.15 WIB di pintu perlintasan nomor 57A Km. 16+974 Pondok Betung, Jakarta Selatan.
Kecelakaan KA vs Truk Pertamina diduga disebabkan oleh palang pintu yang tak berfungsi dan truk mengabaikan sirene dari palang pintu. Lokasi kecelakaan terjadi hanya 200 meter dari titik Tragedi Bintaro 1987. Tabrakan ini pun menyebabkan ledakan besar dan membakar seluruh bagian dari mobil tangki, bagian depan KRL, serta beberapa bangunan dalam radius 15 meter. Sebanyak 7 orang dilaporkan meninggal dunia.
10. Kecelakaan KA Turangga dan Kereta Lokal Bandung Raya
Terakhir yang baru saja terjadi yaitu kecelakaan maut KA Turangga dan Kereta Lokal Bandung Raya. Tepatnya di daerah Cicalengka, Bandung, pada lintas Cicalengka-Haurpugur KM 181+700 tanggal 5 Januari 2024 sekitar pukul 06.00 WIB.
Menurut Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin, KA Turangga yang mengangkut 287 penumpang. Sementara Kereta Bandung Raya membawa 191 penumpang. Seluruhnya berhasil dievakuasi sementara para korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit.
Demikianlah daftar kecelakaan kereta api terparah, terbaru dialami KA Turangga dan Kereta Lokal Bandung Raya. Semoga kecelakaan serupa tidak terjadi kembali.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
Geger Tabrakan Kereta di Bandung, Ketahui Posisi Duduk Paling Aman di KA Jarak Jauh
-
Pakar Transportasi ITB Akui Lokasi Tabrakan Kereta Api di Cicalengka Rawan Kecelakaan: Apa Penyebabnya?
-
Mengenal Tragedi Bintaro 1987, Kini Terulang di Tabrakan KA Turangga vs Kereta Lokal
-
8 Arti Mimpi Tabrakan Kereta Api: Mulailah Perhatikan Kesehatan Mental
-
Sosok Julian Dwi Setiono, Masinis Korban Kecelakaan Kereta Api Turangga Singgung Kematian Sebelum Meninggal
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan
-
Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI
-
Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah
-
Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan
-
Hari Anak Nasional: Langkah Kecil ATFAC yang Mengubah Masa Depan Anak-anak Kurang Beruntung
-
Bukan Lagi Sekadar Operator, Indosat Bertransformasi Jadi Perusahaan AI Raup Pendapatan Double Digit