Suara.com - Berawal dari viralnya aksi Ustaz Solmed yang memamerkan rumah mewahnya, tarif ceramah pendakwah pun turut dikulik. Seperti diketahui, Indonesia memiliki banyak pendakwah kondang.
Biaya untuk mengundang mereka agar bisa memberikan ceramah atau kajian dalam sebuah acara tentu saja berbeda. Biasanya,besaran tarif ceramah pendakwah ini ditentukan pula oleh popularitas mereka.
Sebagai gambaran, berikut besaran tarif ceramah 5 pendakwah kondang di Indonesia.
1. Ustaz Abdul Somad (UAS)
Ustaz yang kerap menyisipkan cerita jenaka dalam ceramahnya menjadi salah satu pendakwah yang digemari di tanah air. Untuk tarif ceramah, UAS mengaku tak pernah pasang harga.
Kendati demikian, ia juga aktif berceramah melalui YouTube lewat kanal Ustadz Abdul Somad Official. Kini kanal tersebut sudah memiliki 4,22 juta subscribers.
2. Mamah Dedeh
Pada tahun 2013 lalu, seorang netizen di Twitter mengungkapkan berapa bayaran Dedeh Rosidah Syarifudin alias Mamah Dedeh.
Netizen bernama Jajang yang saat itu adalah mahasiswa program doktor pada Boston University menyebut biaya Mamah Dedeh setiap ceramah adalah Rp40 juta.
Baca Juga: Pantas Punya Moge Senilai Ratusan Juta, Tarif Ceramah Ustaz Solmed Bisa Buat Jajan Ribuan Honda BeAT
3. Ustaz Solmed
Tarif ceramah Ustaz Solmed pernah bocor lantaran kontroversi dengan pihak panitia kajian di Hongkong pada 2013 lalu.
Khalifah, pemimpin majelis Thoriqul Jannah, kala itu mengungkap jika Ustaz Solmed meminta tarif yang fantastis untuk satu kali ceramah.
Di awal pihak panitia sepakat akan memberi 6 ribu Dollar Hongkong. "Tapi, Solmed berubah pikiran dengan menaikan tarif 10 juta Hongkong Dollar dan awalnya dua tiket lalu meminta 4 tiket pesawat," kata Khalifah kala itu.
4. Aa Gym
Pada tahun 2002 atau 18 tahun lalu, dari laman Wikipedia disebutkan bahwa, “Tarif siarnya untuk berdakwah bisa mencapai USD 100.000 per jam pada bulan Ramadhan, dan penampilannya menjadi rebutan stasiun-stasiun TV.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?