Suara.com - Ganjar Pranowo rupanya sempat lakukan hal romantis kepada sang istri Siti Atikoh saat di belakang panggung debat keempat cawapres pada Minggu (21/1/2024) malam kemarin. Tindakan romantisnya itu pun jadi mengungkap bahasa cinta atau love language capres nomor urut 3 itu.
Aksi romantis Ganjar Pranowo kepada Siti Atikoh dibagikan oleh politisi Yenny Wahid ke akun Instagram pribadinya. Dari video yang diunggah terlihat Ganjar sedang menggulung ulang lengan kemeja istrinya agar lebih rapi. Mantan Gubernur Jawa Tengah itu duduk di sofa, sementara Siti Atikoh berdiri di hadapannya sambil tersenyum dan bicara dengan seseorang di arah kamera.
Potret itu kian romantis lantaran Yenny Wahid mengedit video dengan menambahkan lagu Korea dari Lee Jung Kyong berjudul Saranghaeyo.
"Menjadi saksi mas @ganjar_pranowo mengekspresikan bahasa cintanya ke mbak @atikoh.s. Romantis banget ya," tulis Yenny Wahid pada caption postingan tersebut, dikutip Senin (22/1/2024).
Video itu pun turut membuat warganet terbawa perasaan alias baper. Warganet menyebut Ganjar memiliki love language berupa act of service, yakni bahasa cinta dengan melakukan sesuatu untuk maupun sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pasangan. Warganet juga menerka-nerka kalau Siti Atikoh tentu berbahagia memiliki suami yang perhatian dengan istrinya.
"Act of service bangettt," ujar akun @janexxxx.
"Bapaaaaakkkk sweet banget cih sama ibu " komentar warganet dengan akun @dhiyxxxxx.
"Persis suamiku hehehee... bahagianya dicinta dan disayang," ujar akun @amelxxxxx.
"Diperhatikan suami itu sangat membahagiakan " kata akun @lailxxxxxx.
Selain act of service, Ganjar juga rupanya memiliki love language lain berupa physical touch atau sentuhan fisik. Hal itu terungkap dalam sesi wawancara bersama Demian dan Sara Wijayanto beberapa waktu lalu.
Bentuk bahasa cinta itu ditunjukan Ganjar dengan sering memeluk, mencium, serta menggandeng tangan Siti Atikoh saat sedang jalan bersama.
"Kebiasaan sama istri atau love language saya itu ke manapun, refleknya itu cium tangan, cium cium cium, peluk-peluk dan itu di depan siapa pun kita nggak peduli," kata Ganjar kala itu.
Ganjar pun menyebutkan alasan mengapa dirinya sering menggandeng sang istri saat bepergian ke mana pun. Menurutnya, selain karena cinta, postur tubuh sang istri yang mungil dan lebih pendek darinya inilah yang membuatnya selalu menggandeng tangan Siti Atikoh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial