Suara.com - Komisaris Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi sorotan pasca mendukung capres dan cawapres nomor urut 03, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Sorotan ini terkait adab Ahok yang dibandingkan dengan Abdee Slank.
Diketahui sosok Abdee Slank rela mundur dari jabatannya sebagai Komisaris Telkom demi mendukung salah satu paslon capres-cawapres. Personel Slank ini memutuskan untuk memberikan suaranya kepada pasangan Ganjar-Mahfud.
Keputusannya untuk mundur tentu membuat Abdee kehilangan gaji fantastis per bulan dari Komisaris Telkom. Selama ini, ia mendapatkan gaji pokok lengkap dengan tunjangan senilai Rp 10,85 miliar per tahun.
Pendapatan tersebut terdiri dari honorarium dan tunjangan sebesar Rp3,63 miliar. Ditambah tantiem atau bonus yang diterima Abdee senilai Rp7,22 miliar.
Sementara itu, sikap berbeda ditunjukkan Ahok. Meski sudah memberikan dukungannya terhadap Ganjar sejak lama, tetapi mantan Gubernur DKI Jakarta ini hingga sekarang masih mempertahankan jabatannya sebagai Komisaris PT Pertamina.
Ahok juga menerima gaji fantastis sebagai Komisaris Pertamina, seperti Abdee Slank. Bahkan ia sempat diisukan mendapatkan gaji dan tunjangan dari Pertamina sebesar Rp101,10 miliar per tahun. Atau jika dihitung per bulan, ia menjadi Rp8,3 per bulan.
Namun nominal itu dibantah langsung oleh Pertamina. Ahok pun sempat meluruskan nominal gaji yang diterimanya sebagai Komisaris Pertamina adalah Rp170 juta per bulan. Jumlah itu, kata Ahok, masih belum ditambah dengan bonus.
Terlepas dari itu, kini sikap Ahok yang masih menjabat sebagai Komisaris BUMN, padahal sudah terang-terangan mendukung Ganjar-Mahfud, turut menjadi sorotan. Pasalnya, Menteri BUMN Erick Thohir sendiri sudah meminta jajarannya untuk netral jelang Pemilu 2024.
Kendati demikian, sikap Ahok itu juga dibela oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga. Menurutnya, tidak masalah jika komisaris BUMN menunjukkan dukungannya terhadap pasangan capres-cawapres.
Baca Juga: Gaji Abdee Slank Jadi Komisaris Telkom, Lepas Upah Miliaran Demi Dukung Ganjar
Arya hanya mengingatkan bahwa larangan yang diberikan kepada para komisaris BUMN adalah untuk tidak melakukan kampanye politik. Ia pun menilai Ahok selama ini tidak melakukan kampanye, sehingga tidak perlu mundur dari jabatannya sebagai Komisaris Pertamina.
Berita Terkait
-
Gaji Abdee Slank Jadi Komisaris Telkom, Lepas Upah Miliaran Demi Dukung Ganjar
-
Biodata dan Pendidikan Ahok, Bestie Jokowi Skakmat Gibran soal Tesla
-
Riwayat Pendidikan dan Karier Ahok, 'Bantah' Omongan Gibran Soal Tesla Pakai Nikel
-
4 Sumber Kekayaan Abdee Slank, Mundur dari Jabatan Komisaris Telkom demi Dukung Ganjar-Mahfud
-
Gibran Sebut Tesla Gunakan Nikel, Ahok Malah Bilang Begini
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam