Suara.com - Gitaris band Slank, Abdi Negara Nurdin alias Abdee Slank, dikabarkan telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisaris Independen Telkom. Hal ini berkaitan dengan dukungannya terhadap Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Pilpres 2024.
Padahal sebagai seorang Komisaris Independen, musisi berusia 54 tahun itu berhak menerima gaji dan tunjangan yang mencapai miliaran Rupiah per tahun. Hal ini seperti diatur oleh Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-12/MBU/11/2020, di mana renumerasinya ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham.
Gaji Abdee Slank Sebagai Komisaris Independen Telkom
Pendapatan komisaris BUMN pada dasarnya dibagi dalam beberapa komponen, seperti gaji/honorarium, Tunjangan Hari Raya, tunjangan transportasi, serta tunjangan asuransi purna jabatan. Selain itu komisaris juga berhak menerima fasilitas kesehatan, bantuan hukum, dan tantiem atau insentif kerja.
Total renumerasi yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris Telkom per tahun 2022 adalah sebesar Rp119,259 miliar. Abdee sendiri dikabarkan menerima sebesar Rp10,85 miliar di tahun tersebut, yang mencakup gaji dan tunjangan senilai Rp3,63 miliar, dan tantiem atau insentif kerja senilai Rp7,22 miliar.
Jika dikonversi menjadi pendapatan per bulan, Abdee diperkirakan mengantongi uang senilai Rp904,2 juta yang terdiri atas gaji, tunjangan, dan tantiem.
Honor Manggung Abdee Slank
Namun di luar pekerjaannya sebagai Komisaris Independen Telkom, Abdee diketahui juga masih aktif bersama grup band-nya, Slank. Bahkan meskipun sudah berdiri selama lebih dari 40 tahun, band rock legendaris ini masih kerap meramaikan acara-acara musik off air.
Dikutip dari berbagai sumber, grup band dengan penggemar bernama Slankers ini disebut-sebut mematok harga sebesar Rp500 juta untuk sekali manggung.
Padahal bila dilihat di Instagram-nya, Slank masih terbilang aktif manggung. Setidaknya Slank terlihat meramaikan satu festival atau acara musik setiap pekannya, sehingga bisa dibayangkan berapa banyak pendapatan Abdee hanya dari manggung setiap bulannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali