Suara.com - Adian Napitupulu dan Fadli Zon menjadi rival di Pemilu 2024. Kedua politisi senior itu sama-sama mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI Dapil Jawa Barat V.
Melansir dari laman pemilu2024.kpu.go.id, per hari ini Kamis (22/2/2024), Fadli Zon dari Partai Gerindra telah mendapatkan 65.480 suara. Sementara itu, Adian Napitulupu dari PDIP baru memperoleh 37.719 suara.
Lantaran perolehan suaranya tersalip oleh Fadli Zon, menarik untuk dikulik mengenai riwayat pendidikan dan karier Adian Napitupulu. Simak ulasannya berikut ini!
Riwayat Pendidikan Adian Napitupulu
Pemilik nama lengkap Adian Yunus Yusak Napitupulu ini menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SDN 01 Ciganjur pada 1979 hingga 1985. Kemudian, lanjut bersekolah di SMP Negeri 166 Jakarta pada 1985 hingga 1988, dan SMA Negeri 55 Jakarta pada 1988 hingga 1991.
Setelah berhasil mendapat ijazah SMA, Adian Napitupulu terus melanjutkan pendidikannya ke tingkat perguruan tinggi. Ia masuk ke Fakultas Hukum, Universitas Kristen Indonesia pada 1991 dan berhasil lulus baru pada 2007.
Riwayat Karier Adian Napitupulu
Adian Napitupulu dikenal sebagai seorang politikus sekaligus aktivis. Saat ini, ia menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 dari Fraksi PDIP.
Pada tahun 2009, politisi kelahiran 9 Januari 1971 itu perdana mencalonkan diri sebagai anggota DPR, sayang saat itu ia tak berhasil lolos ke Senayan.
Baca Juga: Perolehan Suara Rasyid Rajasa vs Eks Pemain Timnas Indonesia, Siapa yang Unggul?
Kemudian, pada kontestasi politik selanjutnya, tepatnya di Pemilu 2014, Adian Napitupulu kembali mencalonkan diri dan akhirnya berhasil menjadi anggota DPR.
Di Pemilu 2024, salah satu kader PDIP ini kembali maju sebagai anggota DPR RI Dapil Jawa Barat V bersama dengan 8 politisi PDIP lainnya, yaitu Indah Pertiwi Nataprawira, Anang Hermansyah, Jarot Wijanarko.
Kemudian, ada juga Mochtar Mohamad, Retno Riya Setiana, Rumana, Karmin, dan Erna Sufiandari.
Berita Terkait
-
Perolehan Suara Rasyid Rajasa vs Eks Pemain Timnas Indonesia, Siapa yang Unggul?
-
Negara Berpotensi Langgar HAM Atas Gugurnya 71 Petugas Pemilu: Hak Ahli Waris Wajib Dipenuhi Pemerintah!
-
Perolehan Suara 12 Mantan Pemain Timnas Indonesia di Pemilu 2024, Bio Paulin Paling Ngenes
-
Pemilu Telan Banyak Nyawa KPPS dan Sirekap Tuai Kecurigaan, ICW dan KontraS Desak KPU Buka-bukaan ke Publik
-
Dede Sunandar dari Partai Apa? Rela Jual 2 Mobil Buat Modal Nyaleg tapi Kalah
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan