Suara.com - Kartika Putri sempat menjadi sorotan lantaran pernah menantang capres dan cawapres untuk mengaji. Menurut istri Habib Usman bin Yahya tersebut, pasangan capres dan cawapres yang bisa mengaji dianggap bisa memegang amanah dengan baik.
Gegara pernyataannya itu, Kartika Putri pun dihujat oleh netizen. Tak sedikit yang menyindir penampilannya yang berhijab syar'i namun masih suka nyinyir.
Diketahui, Kartika Putri mengubah penampilannya dengan berhijab tepat beberapa hari sebelum menikah dengan Habib Usman bin Yahya. Sebelumnya, ia dikenal sebagai salah satu artis yang kerap berpakaian seksi.
Terkait masalah hijab ini, rupanya sang suami juga sempat membawakan ceramah yang membahas masalah hijab. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Habib Usman menegaskan akan kewajiban berhijab bagi para wanita.
Suami Kartika Putri itu mengatakan, banyak orang yang membahas ada wanita yang berhijab tapi masih suka berbuat maksiat. Padahal seharusnya hijab dan perbuatan tidak bisa dihubungkan.
Pasalnya, hijab sendiri adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan. Sementara maksiat atau dosa itu tergantung perilaku orang tersebut.
“Berhijab itu wajib, kalau berhijab dia masih dosa misalkan masih maksiat, itu kesalahannya dan perbuatannya, tidak ada hubungannya dengan hijab tersebut,” kata Habib Usman dalam unggahannya, beberapa waktu lalu.
Oleh sebab itu, jika sudah berhijab mereka masih maksiat, maka perbuatan wanita itu salah. Namun, hijabnya tidak menjadi dosa karena wanita itu telah menjalankan kewajibannya.
“Jadi kalau misalkan dia berhijab dia maksiat, dia dosa, maksiatnya dicatat, dosanya dicatat. Hijabnya tetap wajib,” ujarnya.
Habib Usman menuturkan, justru lebih berbahaya bagi para wanita yang tak berhijab. Hal ini karena mereka mendapat dosa dari maksiat yang dilakukannya dan juga sekaligus mendapat maksiat lainnya dari tidak menutup aurat dengan hijab.
“Ada orang yang gak pakai hijab, dia maksiat, dia berdosa. Maksudnya dosa perbuatannya, dosa dia tidak berhijab juga. Karena apa? Hijab itu adalah kewajiban,” sambung Habib Usman.
Oleh sebab itu, hijab adalah kewajiban dan bentuk takwa atas perintah Allah SWT dan Rasulullah. Sementara, terkait perbuatannya itu tidak bisa disangkutpautkan dengan hijab.
“Ingat, hijab adalah kewajiban. Jangan lihat hijab, tetapi lihat perbuatanmu. Orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT diperintahkan oleh Allah dan Rasulullah berhijab,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Arti Syawalan dan Sejarah Tradisi Kupatan di Jawa
-
Hindari Macet, Kapan Waktu Terbaik Berangkat Arus Balik agar Sampai di Jakarta Pagi Hari?
-
Promo Superindo Terbaru 24 Maret: Susu, Frozen Food, dan Aneka Isi Kulkas Diskon hingga 35 Persen
-
5 Minuman untuk Menurunkan Kolesterol Secara Alami Setelah Lebaran
-
4 Zodiak Paling Berkilau dan Banjir Rezeki di 24 Maret 2026
-
Terpopuler: 7 Promo Sepatu Adidas Murah hingga Tinted Sunscreen Terbaik
-
Ramalan Shio Hari Ini 24 Maret 2026: Babi hingga Ayam Dihujani Keberuntungan
-
8 Makanan yang Menurunkan Kolesterol dengan Mudah usai Lebaran
-
Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa Singkat dan Artinya, Bikin Momen Halalbihalal Makin Khidmat
-
Waspada! 5 Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Sering Diabaikan Usai Lebaran