Suara.com - Ada perbedaan pendapat mengenai waktu membaca doa buka puasa. Pada beberapa orang meyakini bahwa doa buka puasa dibaca sebelum minum air. Namun, ada juga yang meyakini bahwa membaca doa berbuka dilakukan ketika sudah minum air. Mana yang benar?
Menjelaskan hal ini, Ustaz Adi Hidayat dalam video yang diunggah kanal Youtube Ceramah Pendek, menjelaskan bahwa doa buka puasa sebenarnya tidak masalah mau dibaca sebelum ataupun sesudah minum. Hal ini karena keduanya sama-sama memberikan arti kalau orang tersebut telah berbuka puasa.
“Sebetulnya mau sebelum atau sesudah buka itu baik-baik saja, enggak ada masalah, "Bismillah" kita minum air, lalu baca doa buka puasa itu, tidak masalah,” ucap Ustaz Adi Hidayat dalam video yang diunggah tiga tahun lalu.
Namun, melihat dari tanda-tanda kata dalam bacaan buka puasa, Ustaz Adi Hidayat melihat kalau lebih baik doa tersebut dibaca sebelum berbuka.
Meski demikian, ia tidak mempermasalahkannya jika seseorang ingin membacanya setelah minum air. Apalagi dalam terjemahan bacaan doa dikatakan ‘telah hilang haus’.
“Tapi kalau melihat hadisnya, itu tanda-tanda dari kata-kata, nampaknya lebih menunjuk pada sebelum kita minum air, bukan setelah kita minum. Walaupun setelah kita minum juga silakan. Biasanya yang membaca setelah minum itu menerjemahkannya ‘telah hilang haus’, maka minum dulu,” jelasnya.
Dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim serta Abu Daud menyebutkan bahwa ada dua versi doa buka puasa yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW. Berikut ini bacaannya:
1. Doa Buka Puasa Ramadan Menurut HR Bukhari dan Muslim
Baca Juga: Jelajah Kuliner Ramadan: Temukan Takjil Unik dan Lezat di Berbagai Restoran
"Allahumma laka shumtu wa bikaa amantu wa'alaa rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimiin."
Artinya: "Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmatMu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang."
2. Doa Buka Puasa Ramadan Menurut HR Abu Daud
"Dzahabaz zhama'u wabtaallatil 'uruqu wa tsabatal ajruu, insyaallah."
Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah”.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Apa Itu Syawalan? Tradisi setelah Lebaran yang Sarat Makna
-
Puncak Arus Balik Mudik Sebentar Lagi, Mending Berangkat Pagi atau Malam?
-
Bacaan Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Senin Kamis, Bolehkah?
-
10 Cara Menyimpan Kue Lebaran Tetap Renyah dan Tahan Lama, Anti Melempem!
-
5 Cara Alami Usir Kolesterol usai Santap Sajian Lebaran, Simvastatin Minggir Dulu
-
Promo Indomaret Lebaran 2026 Lengkap: Diskon Biskuit Kaleng, Sirop, hingga Sembako
-
Hukum Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunah? Begini Penjelasannya
-
Baju Lebaran Warna Putih Kena Noda Santan? Begini Cara Menghilangkannya
-
Staycation Lebaran Makin Seru! Intip Kemewahan Baru Mercure Jakarta Grogol yang Penuh Sentuhan Lokal
-
Anti-Mainstream! Coba Resep Puding Susu Karamel Ini untuk Maniskan Momen Lebaran Keluarga