Suara.com - Perjalanan spiritual Vidi Aldiano rupanya cukup berliku. Meski sejak lahir menganut agama Islam, namun Vidi mengaku kalau dirinya sempat hidup sebagai agnostik selama bertahun-tahun. Masa itu terjadi saat dirinya kuliah di Inggris. Di sana, dia bertemu dengan berbagai orang dengan pandangan dan kepercayaan yang berbeda, sehingga membuatnya belajar lebih dalam dengan berbagai teori kepercayaan.
Bagj Vidi, Islam hanya agama keturunan dari orang tuanya. Sebab, hal itu ia pelajari dari kecil dan warisan dari orang tua sehingga tak sepenuh hati diimani. Vonis kanker ginjal yang diterima Vidi pada 2019 lalu menjadi titik balik yang diberikan Tuhan untuk menjemput hidayah. Kejadian itu terjadi saat Vidi sedang di Singapura untuk menjalani operasi kankernya.
"Dan akhirnya gongnya koneksi yang aku rasa adalah awal dari segala macam sampai aku percaya banget (Tuhan). Gue nangis dan gue masih merinding sih ini, pertama kali gue bisa curhat ke seseorang yang sudah lama sekali gue tidak omongin dan ngobrol, tapi gue rasa kayak banyak kasih sayang masuk ke hati," cerita Vidi di Podcast Log In bersama Onad dan Habib Jafar.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), agnostisisme diartikan sebagai paham yang mempertahankan pendirian bahwa manusia itu kekurangan informasi atau kemampuan rasional untuk membuat pertimbangan tentang kebenaran tertinggi. Agnostisisme juga diartikan sebagai keyakinan bahwa manusia tidak memiliki pengetahuan tentang Tuhan.
Lebih lanjut, KBBI juga menggambarkan agnostik sebagai orang yang berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (misalnya Tuhan) tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan dapat diketahui. Agnostik juga dapat diartikan sebagai orang yang berpendapat bahwa beberapa aspek supranatural selamanya tertutup bagi pengetahuan manusia.
Terkait hal tersebut, secara hukum di Indonesia rupanya tidak ada peraturan perundang-undangan yang tegas melarang seseorang menganut paham agnostik. Dikutip dari situs Hukum Online, konsekuensi hukum dari seseorang yang menganut paham agnostik atau bahkan ateisme ialah tidak dapat menikmati hak-hak yang pada umumnya bisa dinikmati masyarakat yang menganut agama tertentu di Indonesia.
Misalnya kesulitan mengurus perkawinan, karena menurut ketentuan Pasal 1 ayat (1) UU Perkawinan mengatur bahwa perkawinan sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya. Selain itu, juga akan kesulitan mengurus dokumen-dokumen kependudukan seperti KTP yang mengharuskan adanya pencantuman agama atau kepercayaan.
Meski begitu, kolom agama di KTP sebenarnya diperbolehkan kosong apabila orang tersebut menganut kepercayaan di luar enam agama yang diakui oleh pemerintah Indonesia.
Pengosongan kolom agama itu berdasarkan aturan UU No 24 Tahun 2013 pasal 64 ayat 5 tentang Administrasi Kependudukan yang dirujuk sebagai dasar hukum. Aturan ini sudah ada sejak Pasal 23 Tahun 2006.
Baca Juga: Vidi Aldiano Sempat Agnostik, Baru Percaya Allah Saat Divonis Kanker
"Elemen data penduduk tentang agama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi penduduk yang agamanya belum diakui sebagai agama berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan atau bagi penghayat kepercayaan tidak diisi, tetapi tetap dilayani dan dicatat dalam database kependudukan," demikian bunyi Pasal 64 ayat 5 dalam UU No 24 Tahun 2013.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
5 Alasan Mengapa Sepatu Jalan Kaki Tidak Cocok Dipakai Lari, Dampaknya Bisa Fatal
-
5 Pilihan Micellar Water Lokal Ukuran Besar yang Murah, Bisa Awet untuk Berbulan-bulan
-
Belajar dari Nuanu: Bagaimana Kawasan Wisata Kurangi Sampah Sebelum Menumpuk di TPA?
-
3 Moisturizer Underrated untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Lengkap dengan Harga dan Review
-
5 Kulkas 2 Pintu Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 Watt, Anti Jeglek!
-
10 Bentuk Frame Kacamata yang Cocok untuk Wajah Bulat, Pipi Chubby Dijamin Auto Tirus
-
3 Air Cooler yang Tidak Berisik, Tidur Lebih Nyenyak Tanpa Gerah
-
Sayur Sinonim Cerah Artinya Apa? Ini Jawaban Teka-teki MPLS Edisi Makanan dan Minuman
-
5 Microwave Low Watt yang Awet: Lebih Hemat Listrik, Harga di Bawah Rp1 Juta
-
Demam Pokemon, Komunitasnya di Indonesia Makin Membludak