Suara.com - Media sosial sedang diramaikan dengan trend perebutan takjil antara umat Muslim yang berpuasa dengan kaum non-Muslim yang ternyata tidak kalah antusias mencari menu buka puasa.
Menariknya, seorang pendeta di Gereja Tiberias bahkan sempat mengungkit perang perebutan takjil ini di salah satu sesi khotbahnya. “Soal agama kita toleran, tapi soal takjil, kita duluan,” celetuk sang pendeta, dikutip dari akun Instagram @lambe_turah, Selasa (19/3/2024).
Khotbahnya sontak membuat para jemaat tertawa, apalagi karena kemudian sang pendeta mengungkit “ancaman” umat Muslim untuk memborong telur-telur yang diperlukan untuk perayaan Hari Paskah.
Tak heran bila sosok sang pendeta jadi ramai disorot publik. Belakangan terungkap pendeta dengan khotbah tak biasa itu bernama Marcel Saerang. Berikut adalah profil lengkap Pendeta Marcel Saerang, seperti dikutip dari berbagai sumber.
Profil dan Biodata Pendeta Marcel Saerang
Dikutip dari laman resmi Gereja Tiberias, sang pendeta bernama Pdt. Marcel Saerang, S.E., M.Th. Marcel Saerang dilahirkan di Manado, Sulawesi Utara pada tanggal 15 Maret.
Selain sebagai pendeta, Marcel juga berprofesi sebagai Motivational Speaker dan Content Creator. Namun sebelum menjadi pendeta, Marcel ternyata mengawali karier di dunia hiburan dengan bergabung di sebuah boyband bernama Motion.
Boyband yang debut pada tahun 2012 ini bahkan pernah digadang-gadang menjadi pesaing berat SM*SH. Lewat boyband ini, Marcel bersama keenam rekannya merilis lagu bertajuk “I Love You” (2012) dan “Boom” (2013).
Namun dunia hiburan ternyata sempat membuatnya terjerumus dalam pergaulan yang buruk hingga berujung membuatnya sempat divonis tidak akan hidup lama. Saat itulah Marcel memutuskan untuk keluar dari kehidupan lamanya dan berkomitmen melayani Tuhan.
Baca Juga: Ceramah UAS Soal Hikmah Nuzulul Quran di Bulan Ramadhan: Kalau Tidak Ada, Apakah Kita Ber-Tuhan?
“Puji Tuhan, setelah itu akhirnya mengalami recovery yang luar biasa, mujizat Tuhan luar biasa. Akhirnya sampai hari ini sehat sempurna,” tutur Marcel, dikutip dari kanal YouTube Solusi TV.
Marcel juga sudah menikah dengan Sherine Aldora pada Oktober 2021. Keduanya juga sudah dikaruniai anak perempuan yang lahir pada 19 Maret 2023.
Berikut adalah biodata singkat Marcel Saerang yang viral karena khotbah war takjil:
- Nama: Marcel Saerang, S.E., M.Th.
- Nama Lain: Steve Marcel
- Tempat, Tanggal Lahir: Manado, 15 Maret
- Profesi: Pendeta, Motivational Speaker, Content Creator
- Instagram: @stevemarcel
- YouTube: STEVE MARCEL OFFICIAL
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?