Suara.com - Kondisi transpuan di Indonesia bukan hanya sebatas stigma di lingkungan semata, tapi juga kesulitan klaim jaminan kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan karena tidak memiliki ahli waris. Alhasil, haknya dikebumikan dengan layak sebagai manusia belum terjamin sepenuhnya.
Perlu diketahui, meski bukan karyawan di sebuah perusahaan, BPJS Ketenagakerjaan (TK) membuka kesempatan masyarakat umum untuk bisa mendapat santunan biaya pengobatan dan jaminan kematian hingga biaya pemakaman melalui program Bukan Penerima Upah (BPU).
Sehingga transpuan dengan pekerjaan sebagai pegawai salon, pengamen, pemulung hingga driver alias ojek maupun pekerjaan serabutan lainnya bisa mendaftar secara mandiri sebagai BPU.
Dengan keanggotaan BPU ini nantinya apabila peserta meninggal, BPJS TK akan memberikan santunan kematian sebesar Rp 20 juta, biaya pemakaman Rp 10 juta hingga santunan berkala Rp 12 juta.
Sehingga bila dijumlahkan anggota BPU aktif yang meninggal berhak menerima dana Rp 42 juta. Manfaat ini di luar dari pemberian beasiswa 2 anak peserta, dengan syarat minimal sudah membayar masa iuran minimal 3 tahun dan bukan meninggal karena kecelakaan kerja.
Sederet manfaat ini jugalah yang akhirnya membuat organisasi Suara Kita bersemangat mengajak para transpuan agar mau bergabung menjadi peserta BPU BPJS TK, mengingat pekerjaan dan profesi mereka tidak memiliki tunjangan masa tua hingga jaminan kematian.
Kebumikan transpuan secara layak
Digawangi Sukoco Anggi Saputra atau yang akrab disapa Mak Echi (52) sebagai salah satu focal point Suara Kita sekaligus aktivis Yayasan Srikandi Sejati, ia mengajak para transpuan merapatkan barisan agar bisa hidup layak di masa tua nanti, salah satunya dengan cara mendaftar sebagai peserta BPU BPJS TK.
Saat mengunjungi kantor suara.com di Mega Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis, 28 Maret 2024, Mak Echi bercerita sebagai koordinator shelter rumah aman bagi kelompok rentan, ia sering mendapat cerita para transpuan tidak diterima secara baik oleh keluarganya.
Baca Juga: Asha Smara Darra Ungkap Banyak Pria Straight Tertarik Dengan Transpuan, Kenapa Begitu?
"Teman-teman transpuan tidak semuanya diterima dari pihak keluarga, diusir dan diskriminasi dari pihak keluarga. Jadi transpuan saling bergandengan tangan dan membaur," ujar Mak Echi.
Mirisnya di tengah maraknya stigma itu, Mak Echi tak jarang dihadapkan pada kendala materi saat salah satu rekannya meninggal dunia. Keadaan ini diperparah, bila rekannya meninggal tanpa seorangpun keluarga, saudara, atau anak sebagai penerus maupun ahli waris karena hidup sebagai transpuan.
Sedangkan agar bisa menguburkan jenazah rekan transpuannya dengan layak setidaknya ia harus memiliki dana minimal Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.
"Dari RT di Jakarta Barat itu kisaran penguburan setidaknya butuh uang Rp 5 juta, kita minta turun jadi Rp 3 juta, tapi nyari ke mana coba?," ungkap Mak Echi dengan perasaan berat.
Inilah sebabnya di usia yang tidak muda lagi, Mak Echi hanya punya harapan dan impian sederhana yaitu mengubur teman-teman transpuannya dengan layak. Pada kondisi nyaris putus asa inilah, ia berpikir BPJS TK dengan program BPU-nya bisa jadi salah satu harapan.
"Impian aku melindungi transpuan akan terkabul, walau mereka nggak ada penerus akhirnya teman-teman bisa terlindung berkat BPJS itu. BPJS ini kita kira bisa buka peluang dari teman-teman transpuan, hanya satu-satunya yang diharapkan dari penguburan teman-teman," ungkap Mak Echi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana