Suara.com - Nagita Slavina bercerita tumbuh dengan kondisi fatherless. Namun istri Raffi Ahmad itu membantah dirinya disebut sebagai anak broken home. Apa dampaknya ya?
Dalam sesi berbincangnya dengan Fadil Jaidi, Nagita Slavina menitikan air matanya mengingat influencer tersebut memiliki hubungan yang sangat baik dengan ayahnya, yakni Pak Muh. Kondisi tersebut sangat berbeda dengan hubungan antara dirinya dan sang ayah, Gideon Tengker.
Meski begitu, Nagita enggan disebut sebagai anak broken home karena kedua orang tuanya memutuskan bercerai saat usianya masih belia. Ini karena ia sangat merasakan kasih sayang Rieta Amalia sangat besar untuk Nagita dan adik-adiknya.
"Banyak orang bilang kalau ibu bapaknya pisah itu jadi broken home, menurut gue nggak kayak gitu. karena gue nggak merasakan itu, karena gue merasa kasih sayang dari nyokap gue itu 100 persen utuh maksudnya bulat," ungkap Nagita Slavina melalui potongan video yang dibagikan akun Instagram @raffinagita17_rans, dikutip suara.com, Rabu (3/4/2024).
Menariknya meski tubuh sebagai anak fatherless, namun menurut Nagita, kondisi itu tidak berpengaruh apa-apa untuknya hingga dewasa.
"Jadi gue merasa pada waktu itu, waktu kecil gue nggak membutuhkan apa-apa lagi," sambung Nagita.
Dampak fatherless pada anak
Melansir Hello Sehat, father absence atau fatherless adalah suatu kondisi di mana tidak adanya figur ayah dalam pola asuh anak. Atau keberadaan ayah dalam keluarga tidak bertanggung jawab untuk memenuhi kewajiban dan perannya sebagai sosok ayah.
Sehingga fatherless juga bisa diartikan sebagai ketidakhadiran peran ayah dalam perkembangan anak baik secara fisik maupun secara psikis. Kondisi bisa menyebabkan kekosongan emosi dan psikis anak yang dapat berdampak pada perilaku anak di kemudian hari.
Baca Juga: Berat Banget, Apa Sih Isi Hampers Lebaran Rans Entertainment? Ini Bocoran dari Nagita Slavina
Berikut ini dampak fatherless pada anak yang perlu diwaspadai terjadi selama masa tumbuh kembang:
- Rendahnya harga diri atau self-esteem ketika ia dewasa.
- Adanya perasaan marah atau anger.
- Menimbulkan perasaan minder atau tidak percaya diri karena berbeda dengan anak-anak lain dan tidak dapat mengalami pengalaman kebersamaan dengan seorang ayah yang dirasakan anak-anak lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
12 Promo Skincare Indomaret, Diskon Besar Harga Mulai Rp6 Ribuan
-
Apakah Marina SPF 30 Bisa Bikin Kulit Cerah? Segini Harganya di Indomaret dan Alfamart
-
Liburan Tak Biasa di Jakarta: Sensasi Makan di Atas Katamaran Sambil Menyusuri Sungai Tahang
-
Juvelook Jadi Tren Perawatan Wajah Natural, Keahlian Certified Injector Jadi Penentu Hasil
-
Ramalan 5 Zodiak Paling Hoki pada 7 Mei 2026, Horoskop Terbaik Hari Ini!
-
5 Parfum Lokal Aroma Leci yang Manis dan Lembut Mulai Rp20 Ribuan
-
Sepeda United untuk Dewasa Berapa Harganya? Ini 4 Pilihan Termurah Sesuai Tipe
-
Satu Ekor Sapi Kurban untuk Berapa Orang? Ini Anjuran Ulama Jika Ingin Patungan
-
Terpopuler: Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026, Top 5 Moisturizer yang Mencerahkan Wajah
-
5 Pasangan Shio yang Punya Kecocokan: Diam-diam Serasi dan Saling Melengkapi